Kamis, 21 Oktober 2021

dunia islam


Cendekiawan Muslim Desak Sikap Solid Lawan Front Anti-Palestina

Cendekiawan Muslim yang tergabung dalam IUMS (International Union for Muslim Scholars) memperingatkan kesepakatan normalisasi dengan Israel dapat mengarah pada pembentukan blokade baru terhadap rakyat Palestina.

putra dirgantara 2020-12-20
cendekiawan muslim

Ahmad al-Raysuni, seorang ahli hukum Islam Maroko. (Foto: Wikimedia Commons)

GARDANASIONAL.COM, JAKARTA — Cendekiawan Muslim yang tergabung dalam IUMS (International Union for Muslim Scholars) memperingatkan kesepakatan normalisasi dengan Israel dapat mengarah pada pembentukan blokade baru terhadap rakyat Palestina. Pada pernyataan itu, presiden IUMS atau Persatuan Internasional untuk Cendekiawan Muslim juga mendesak sikap solid untuk melawan front anti-Palestina.



Dilansir dari Anadolu Agency (18/12), presiden IUMS, Ahmad al-Raysuni, yang berbasis di Doha mengeluarkan pernyataan tersebut pada konferensi virtual yang diselenggarakan oleh Asosiasi Cendekiawan Palestina di Luar Negeri, Kamis (17/12).



Al-Raysuni mengatakan bahwa normalisasi hubungan (dengan Israel) oleh beberapa rezim Arab mengancam tidak hanya untuk melenyapkan perjuangan Palestina, tetapi juga untuk menciptakan penghalang baru terhadap rakyat Palestina.



Oleh karena itu, Al-Raysuni mendesak para cendekiawan Muslim untuk mematahkan blokade terhadap rakyat Palestina tersebut dan melawan Israel dan rezim-rezim yang telah menormalisasi hubungan dengan aktivisme populer, kesadaran dan sikap yang kokoh.



Sementara itu, Syeikh Ekrima Sabri, khatib Masjid Al-Aqsha, meminta para cendekiawan Muslim untuk membentuk front yang efektif untuk mengisolasi dan mengepung rezim-rezim yang telah menormalisasi hubungan dengan Israel dengan meninggalkan sikap dan nilai-nilai etis mereka.



Pernyataan tersebut berkaitan dengan adanya pengumuman kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel yang dilakukan oleh negara-negara Arab selama tahun 2020, di antaranya yaitu Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko.



Kesepakatan normalisasi tersebut telah menimbulkan kecaman yang luas dari warga Palestina dan dunia Islam pada umumnya karena mengkhianati perjuangan rakyat Palestina, mengabaikan hak-hak dan tidak melayani kepentingan mereka.



(pdlabs)



Leave a Comment



euforia emas
berita dunia islam terbaru