Kamis, 21 Oktober 2021

afghanistan


Mujahidin Taliban Segera Rebut Provinsi Kunduz

Mujahidin Taliban akan segera merebut Provinsi Kunduz jika pasukan keamanan Afghanistan tidak dapat menahan pengepungan Kota Kunduz.

putra dirgantara 2021-06-30
mujahidin taliban

Pemandangan sebagian kecil distrik Kunduz, Afghanistan. (Foto: Dirk Haas)

GARDANASIONAL.COM, JAKARTA — Mujahidin Taliban akan segera merebut Provinsi Kunduz jika pasukan keamanan Afghanistan tidak dapat menahan pengepungan Kota Kunduz. Kunduz adalah salah satu dari delapan provinsi yang akan segera dikuasai mujahidin Taliban karena sepenuhnya berada dalam jangkauan target mujahidin Taliban.



Mujahidin Taliban saat ini menguasai enam dari tujuh distrik Kunduz dan telah mengepung Kota Kunduz. Menurut laporan The New York Times, Taliban berkumpul di luar Kota Kunduz selama akhir pekan dan “merebut pintu masuk kota sebelum menyebar ke seluruh lingkungannya”. Sementara itu, pertempuran di dalam kota sedang berlangsung, menurut Bilal Sarwary, seorang jurnalis independen Afghanistan.



Sebelumnya, mujahidin Taliban pernah merebut Kota Kunduz pada 2015 dan 2016 dan menguasainya untuk waktu yang singkat. Mujahidin Taliban mulai menyerang distrik Kunduz, yang selalu diperebutkan pada pertengahan Juni. Lalu, pada 12 Juni, mujahidin Taliban menguasai Aliabad. Kemudian, antara 19 Juni dan 21 Juni, distrik Chahar Dara, Dasht-i-Archi, Imam Sahib, Khanabad dan Qala-i-Zal semuanya jatuh ke tangan mujahidin Taliban.



Di distrik Imam Sahib, Taliban menguasai Shirkhan Bandar, sebuah pelabuhan kering dan penyeberangan perbatasan dengan Tajikistan, “tanpa ada tembakan,” menurut Sarwary. Dilaporkan bahwa, pasukan Afghanistan sering meninggalkan pangkalan, pos terdepan dan pusat distrik mereka tanpa perlawanan.



Di distrik Chahar Dara, mujahidin Taliban bahkan difilmkan sedang berjalan di tengah distrik, di siang hari bolong tanpa takut akan pembalasan oleh pasukan keamanan Afghanistan.



Sementara itu, dilansir dari REPUBLIKA.CO.ID (27/06), dilaporkan sekitar 5.000 warga meninggalkan rumah mereka di sebelah utara Kota Kunduz, Afghanistan. Langkah tersebut dipicu pertempuran selama beberapa hari antara pasukan Pemerintah Afghanistan dengan mujahidin Taliban. Hal itu diungkapkan sejumlah pejabat, Sabtu (26/6) yang dilansir laman Aljazirah, Ahad (27/6).



Menurut Direktur Kunduz Refugees and Repatriation Department Ghulam Sakhi Rasouli, sekitar 5.000 keluarga harus mengungsi akibat pertempuran antara mujahidin Taliban dengan pasukan pemerintah boneka Afghanistan. Sekira 2.000 keluarga memilih menuju Kabul atau provinsi lainnya.



Mujahidin Taliban terus melakukan perlawanan terhadap kekuatan asing dan bonekanya yang menjajah Afghanistan sekaligus berniat menegakkan pemerintahan Islam yang otentik sesuai sunnah Madinah. Selain kota Kunduz, mujahidin Taliban juga bertempur dengan gagah dan sengit di Provinsi Kandahar dan Baghlan demi menegakkan syariah Islam di bawah naungan Imarah Islam Afghanistan.



(pdlabs)



Leave a Comment



euforia emas
berita dunia islam terbaru