Kamis, 13 Agustus 2020

afghanistan


Tragedi Sangin, 50 Warga Sipil Menjadi Korban

Tragedi Sangin yang terjadi di distrik Sangin telah menyebabkan sebanyak 50 warga sipil yang menjadi syuhada.

putra dirgantara 2020-07-04
tragedi sangin

Ilustrasi serangan pasukan sekutu menembakkan peluru artileri ke posisi pertempuran Taliban yang teridentifikasi di tepi area pusat distrik Sangin. (Foto: Wikimedia Commons)

GARDANASIONAL.COM, JAKARTA — Tragedi Sangin yang terjadi di distrik Sangin telah menyebabkan sebanyak 50 warga sipil yang menjadi syuhada. Tragedi akibat serangan pasukan pemebrintahan boneka kabul ini sangat memilukan karena memakan korban warga sipil yang tidak berdosa dan hilangnya ternak milik warga.



Dilansir dari alemarah, Resimen ke-2 dari 215 Maiwand Corps dari pemerintahan boneka Kabul melakukan serangan artileri berat tanpa pandang bulu di pasar ramai di distrik Sangin. Serangan itu telah mengakibatkan jatuhnya korban sebanyak 50 warga sipil menjadi syuhada dan banyak ternak yang hilang.



Namun, pernyataan kantor Arg dan tiga pejabatnya tentang insiden tersebut sangat memalukan dan bertolak belakang. Hal ini disebabkan karena pernyataan kedua pihak tersebut sangat kontradiktif dan kurang ajar sebagai tanggapan.



Sebelumnya dilaporkan bahwa juru bicara Arg Sediq Sediqqi memberikan cuitan bahwa insiden ini adalah hasil dari dua ledakan yang dilakukan oleh Taliban. Namun, pernyataan Arg lainnya menyebut serangan itu sebagai tindakan teroris oleh pelaku yang tidak dikenal. Dengan demikian, pernyataan tersebut bersaksi bahwa klaim Sediqqi adalah bohong.



Berikutnya, alih-alih mengutuk serangan itu atau menunjukkan simpati kepada para korban, juru bicara Arg lainnya bernama Dawa Khan malah menulis puisi di akun twitter-nya. Lalu, juru bicara Arg lainnya, Murtazavi, juga menyebut insiden itu sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan tetapi masih tidak mau mengungkap para penjahat.



Sementara itu, Taliban menuduh pernyataan-pernyataan tersebut adalah tanggapan yang irasional dan bodoh dari aktor-aktor berbasis Arg. Menurut mereka, tanggapan yang saling bertolak belakang, konyol, dan tidak benar tersebut secara praktis membuktikan bahwa serangan brutal ini bukan tindakan pemalsuan para milisi pecandu narkoba, melainkan diarahkan oleh pejabat mereka.



Selain itu, jatuhnya banyak korban warga sipil yang tidak berdosa juga mengungkap fakta bahwa kehidupan orang-orang Afghanistan yang tertindas tidak memiliki nilai bagi para pejabat pemerintahan boneka Kabul sehingga mereka mendukung pembantaian sembrono dan brutal tersebut.



(pdlabs)



Tags

Leave a Comment



berita dunia islam terbaru