Kamis, 28 Mei 2026

internasional


Cina Tolak Duduk dalam Pembicaraan Pelucutan Senjata Nuklir Rusia-AS

Cina mengatakan pihaknya menjaga persenjataan nuklir pada tingkat minimum 'sepadan dengan kebutuhan kebijakan pertahanannya'.

Elena Teslova 2019-05-14
pelucutan senjata nuklir

Ilustrasi bom nuklir Cina.

GARDA NASIONAL, JAKARTA - Cina mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka tidak tertarik bergabung dengan pembicaraan Rusia-AS tentang pelucutan senjata nuklir. Keengganan Cina untuk merundingkan kemungkinan bergabung dengan Pakta Nuklir Jangka Menengah adalah salah satu alasan utama penarikan Washington dari perjanjian tersebut karena Presiden AS Donald Trump mengatakan negaranya siap untuk melestarikan perjanjian dengan syarat partisipasi Beijing.



Berbicara pada konferensi pers di Sochi setelah pertemuan dengan timpalannya dari Rusia, Sergey Lavrov, Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi mengatakan bahwa Cina tidak menganggap bergabung dalam pembicaraan sebagai suatu keharusan. Dia menambahkan bahwa pihaknya menjaga persenjataan nuklirnya pada tingkat minimum "sepadan dengan kebutuhan kebijakan pertahanannya", terutama karena situasi di Semenanjung Korea tetap "tidak pasti".



Mengomentari kesepakatan penting lain untuk pengendalian senjata, Strategic Arms Reduction Treaty (START), Sergey Lavrov mengatakan ia akan membahas perpanjangannya dengan Sekretaris Negara AS Mike Pompeo selama pertemuan yang dijadwalkan 14 Mei di Sochi. Dia mengatakan kesepakatan nuklir Iran dan program nuklir Iran akan menjadi topik lain dalam agenda pertemuan.



"Besok, kami akan mencoba mengklarifikasi rencana Amerika untuk mengatasi krisis ini (seputar kesepakatan nuklir Iran) yang merupakan hasil dari keputusan sepihak mereka. Saya menantikan pembicaraan yang jujur dengan rekan saya," katanya. Tahun lalu, Presiden AS Donald Trump menarik negaranya dari perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan kelompok negara P5 +1 yang terdiri dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman.



Tak lama kemudian, Washington memberlakukan kembali sanksi ekonomi terhadap Iran yang menargetkan sektor energi dan perbankan negara itu. Baik Lavrov dan Wang mengecam sanksi ekonomi AS, mengatakan kedua negara tidak menerima upaya untuk "bertindak sesuai aturan Organisasi Perdagangan Dunia". Mereka juga menekankan bahwa Rusia dan Cina berbagi posisi tentang tidak campur tangan dalam urusan internal Venezuela.



(aa)



Leave a Comment




berita dunia islam terbaru