militer
Rayakan Idul Adha, Imarah Islam Bebaskan 43 Tahanan
Tahanan yang dibebaskan dihadiahkan pakaian, uang tunai dan beberapa hadiah.
GARDA NASIONAL, JAKARTA — Pada kesempatan Idul Adha, Imarah Islam membebaskan 43 tahanan di distrik Imam Sahib dan Chahar Darah provinsi Kunduz sesuai dengan keputusan kepemimpinan Imarah Islam sebagai isyarat niat baik.
Tahanan yang dibebaskan dihadiahkan pakaian, uang tunai dan beberapa hadiah.
Menurut laporan dari provinsi Badakhshan utara, 8 personel militer musuh menyerahkan diri dan senjata mereka kepada mujahidin di ibukota provinsi provinsi Badakhshan utara, sementara 10 personel militer musuh bergabung dengan mujahidin dengan 10 senapan mesin Kalashnikov, roket, dan senapan mesin berat PK.
813 pegawai pemerintah Kabul bergabung dengan Imarah Islam
Selama bulan Juli 2019, upaya Komisi Dakwah, Bimbingan dan Rekrutmen Imarah Islam di semua provinsi di negara itu menghasilkan 813 personel yang bekerja di berbagai pos pemerintahan berbasis Kabul meninggalkan rezim korup dan bergabung dengan Imarah Islam
Mereka juga membawa berbagai jenis persenjataan, radio komunikasi, dan peralatan militer lainnya bersama mereka.
Warga negara yang bergabung dengan mujahidin bersumpah untuk memutuskan semua hubungan dengan musuh-musuh asing dan internal Islam dan tanah air dan memperkuat rakyat dan mujahidin kami untuk membersihkan negara dari pendudukan dan korupsi dan membangun pemerintahan Islam murni yang dapat diterima oleh semua warga Afghanistan.
Para pejabat Komisi Dakwah, Bimbingan dan Rekrutmen menyambut mereka, memberi mereka hadiah dan penghargaan dan menganggap langkah mereka sebagai langkah yang menguntungkan bagi Afghanistan.
(alemarah)
idul adha imarah islam distrik imam sahib

