Kamis, 21 Oktober 2021

finansial


Indonesia di Ambang Krisis, Harga Emas semakin Berkilau

Indonesia berada di ambang krisis karena pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 terkontraksi sebesar 5,32 persen secara tahunan sehingga mencatatkan pertumbuhan ekonomi negatif dalam dua kuartal berturut-turut.

putra dirgantara 2020-08-08
indonesia di ambang krisis

Ilustrasi krisis ekonomi karena pandemi COVID-19. (Foto: Pixabay)

GARDANASIONAL.COM, JAKARTA — Indonesia berada di ambang krisis karena pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 terkontraksi sebesar 5,32 persen secara tahunan sehingga mencatatkan pertumbuhan ekonomi negatif dalam dua kuartal berturut-turut.



Dilansir dari Bisnis.com (05/08), Kepala BPS mengatakan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berdasarkan harga konstan pada kuartal II 2020 sebesar Rp 2.589,6 triliun di mana dibandingkan dengan kuartal I 2020, maka ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar -4,19 persen.



Kontraksi ekonomi yang terjadi pada kuartal II 2020 tersebut lebih dalam dari dugaan pemerintah yang memperkirakan kontraksi pada kisaran -3,5 persen hingga -5,1 persen dengan titik tengah -4,3 persen.



Hal ini membuat peluang terjadinya krisis ekonomi semakin terbuka karena pemulihan ekonomi pada kuartal III 2020 akan semakin berat di tengah aktivitas ekonomi yang sangat rendah dan masih belum pulih.



Kontraksi ekonomi pada kuartal III 2020 diprediksi berada di kisaran -4 persen hingga -5 persen dengan proyeksi minus 2 persen. Oleh karena itu, potensi terjadinya krisis memang sangat besar karena kontraksi yang terjadi secara berturut-turut dapat dikategorikan dalam keadaan krisis atau mengalami resesi ekonomi.





Harga emas semakin berkilau



Sementara itu, di tengah adanya ancaman krisis ekonomi di Indonesia, harga emas terus mengalami peningkatan yang signifikan.



Dilansir dari Kontan.co.id (08/08), harga emas terus meroket dan menembus level psikologis Rp 1.000.000,00 per gram. Hingga hari Sabtu ini, emas diperdagangkan pada harga Rp 1.055.000,00 per gramnya setelah mengalami koreksi sebesar Rp 10.000,00.



Emas seringkali digunakan sebagai alat investasi dan lindung nilai yang dapat mempertahankan kekayaan seseorang. Namun, meroketnya harga emas pada setiap kali terjadi krisis membuat kita perlu berpikir ulang tentang fungsi emas yang sebenarnya.



Nilai emas yang selalu tahan banting dalam setiap krisis membuktikan bahwa emas adalah sebagai uang sejati yang sudah digunakan selama berabad-abad lamanya.



Oleh karena itu, sudah selayaknya emas dikembalikan statusnya sebagai alat tukar dan bukan hanya sebatas alat investasi belaka.Sudah saatnya kita kembali ke sistem fiskal dinar dan dirham yang memiliki nilai intrinsik yang nyata dan keluar dari jeratan sihir mata uang kertas yang mengandung riba dalam setiap penciptaannya.



Mari berjamaah menggunakan dinar dan dirham, tinggalkan uang kertas, tegakkan muamalah dan musnahkan riba.



(pdlabs)



Leave a Comment



euforia emas
berita dunia islam terbaru