Senin, 20 April 2026

Alutsista


Kontrak Pengiriman Jet Tempur Su-35 Indonesia Ditanda-tangani Tahun Ini

Indonesia dan Rusia telah menyelesaikan kontrak untuk pengiriman jet tempur Su-35.

wardaddy 2017-09-27
pengiriman jet tempur su-35

Ilustrasi jet tempur Sukhoi Su-35.

GARDA NASIONAL, JAKARTA - Indonesia dan Rusia dikabarkan telah menyelesaikan sebuah kontrak untuk pengadaan dari pesawat tempur multiperan Su-35S 'Flanker-E' buatan Rusia yang belum diketahui serinya untuk Angkatan Udara Indonesia (TNI-AU), menurut laporan media Rusia.



"Persetujuan sebelumnya yang telah tercapai dalam kontrak pengiriman Su-35 ke Indonesia, akan (ditandatangani) tahun ini," kata Viktor Kladov, direktur kerjasama internasional Rostec dan departemen kebijakan kawasan, pada tanggal 6 Juni, menurut kantor berita TASS.



Pejabat Indonesia sejauh ini belum memastikan apakah kesepakatan telah tercapai. Selama dua tahun terakhir, pejabat industri pertahanan Rusia telah berulang kali mengumumkan bahwa penandatanganan kontrak akhir hanya tinggal menunggu pemerintah Indonesia memegang kesimpulan dari kesepakatan tersebut karena berbagai alasan termasuk ketidaksepakatan mengenai kewajiban offset dan transfer teknologi.



Seperti yang dikatakan oleh rekan kerja saya Prashanth Parameswaran pada bulan Mei, "Sebenarnya, masalah teknis semacam itu juga hanya merupakan satu bagian dari kisah rumit yang berulang-kali ketimbang kecenderungan yang menggambarkan akuisisi pertahanan besar-besaran di Indonesia, yang pada gilirannya terkait dengan tantangan struktural dan institusional yang lebih luas di mana modernisasi militer negara itu menghadapi pilihan yang sama baiknya yang pada akhirnya dibuat".



TNI-AU dikabarkan bermaksud untuk menyediakan delapan sampai sepuluh jet tempur Su-35. Indonesia dan Rusia memulai negosiasi mengenai kemungkinan kesepakatan pesawat yang sudah dilakukan pada akhir 2015, seperti yang saya jelaskan.



Komisi kerjasama teknik militer gabungan mulai melakukan pembicaraan pada akhir November 2015 di Jakarta untuk membahas rincian kontrak, termasuk transfer teknologi. (Hukum Indonesia menetapkan bahwa setidaknya 35 persen teknologi pesawat terbang perlu dipindahkan ke negara tersebut sebagai bagian dari kesepakatan pertahanan).



TNI-AU sejauh ini belum mengkonfirmasi secara terbuka berapa banyak pesawat yang ingin dibelinya, walaupun Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu mengatakan pada tahun 2016 bahwa Kementerian Pertahanan (Menhan) sedang mempertimbangkan pengadaan delapan pesawat tempur. Ada banyak bolak-balik mengenai jumlah pasti pesawat yang akan dijual selama dua tahun terakhir, seperti yang saya catat di tempat lain.



Pertama, Indonesia mempertimbangkan untuk membeli 16 pesawat tempur baru. Jumlah ini turun menjadi 10 saat pembicaraan berlanjut. Menurut laporan pers, kedua sisi akhirnya diselesaikan pada delapan, dengan opsi untuk pengadaan dua tambahan Su-35 di masa depan. Kontrak di dalam negosiasi juga mencakup pelatihan pilot dan transfer pengetahuan melalui program pertukaran militer.



Pejabat Indonesia berulang kali mengatakan bahwa tidak ada seleksi yang dilakukan.



Pada Januari 2017, Kepala Staf Angkatan Udara baru Indonesia, Marsekal Udara Hadi Tjahjanto, memperjelas bahwa tidak ada seleksi yang telah dilakukan sejauh ini. TNI-AU masih mempertimbangkan model barat termasuk SAAB JAS39 Gripen dari Swedia dan varian pesawat tempur F-16 Fighting Falcon yang lebih maju. Secara total, TNI-AU bermaksud untuk mendapatkan setidaknya 16 jet tempur baru dengan perkiraan sekitar $ 1,5 miliar.



Selama kunjungan delegasi Rusia ke Kementerian Pertahanan Indonesia pada bulan Mei, pejabat pertahanan Indonesia mengatakan bahwa jet tempur Su-35 masih dalam evaluasi oleh tim pengadaan kementerian.



(Dari berbagai sumber)



Leave a Comment




berita dunia islam terbaru