TNI AL
Pangkoarmada I Lepas KRI Teluk Gilimanuk Bawa Bantuan ke Sulteng
Pangkoarmada I melepas KRI Teluk Gilimanuk membawa sejumlah bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Garda Nasional, Jakarta - Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Yudo Margono kembali melepas salah satu unsur jajaran Koarmada I yakni KRI Teluk Gilimanuk-531 yang membawa bantuan untuk korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah dari dermaga JICT II Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (26/10/2018).
Yudo mengatakan, KRI Teluk Gilimanuk-531 Satfib Koarmada I tolak dari Jakarta menuju Palu, Sulawesi Tengah dengan mengangkut bahan kontak logistik sebanyak 180 Ton berupa tenda, selimut, mobil ambulance, dan bahan kontak lainnya.
"Bahan bantuan tersebut merupakan hasil pengumpulan sumbangan dari beberapa instansi Pemerintah, TNI dan Swasta," ujarnya di Jakarta.
Menurut Yudo, pengiriman bantuan itu merupakan kali ketiga setelah sebelumnya mengirimkan bantuan yang sama kepada korban bencana alam di Sulawesi Tengah. Dimana sebelumnya KRI Teluk Cirebon-543 pada Jumat 5 Oktober 2018, dan KRI Teluk Sabang-544 pada Jumat 12 Oktober 2018 lalu telah diberangkatkan dari Jakarta menuju Palu Sulawesi Tengah.
Ia menambahkan, kegiatan itu merupakan salah satu bentuk dan wujud kepedulian TNI Angkatan Laut dalam hal ini Koarmada I untuk membantu dan meringankan beban para korban gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulteng.
"Ini kepedulian kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Sulawesi Tengah," katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Staf Koarmada I, Komandan Lantamal III Jakarta, Para Asisten Pangkoarmada I, Para Kadis dan Kasatker Koarmada I.
Sekadar diketahui, bantuan-bantuan tersebut datangnya dari TNI AL yaitu Jalasenastri pusat berupa sembako sekitar 15 ton, Kostrad berupa mobil ambulance dan sembako sebanyak 3 ton, Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) RI berupa sembako 20 ton, Badan Intelijen Strategi (BAIS) TNI berupa sembako sekitar 35 ton, bahan kontak sembako ada 60 ton yang berasa dari Lantamal I, Lantamal IV, dan Lantamal XII, bahan kontak dari Kapal Perang India berupa sembako 20 ton, serta bahan kontak berupa sembako sebanyak 27 ton dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI).
tni al

