Selasa, 21 April 2026

opini


Mengapa Tentara Afghanistan Dibantai Seperti Domba?

Melihat korban pasukan rezim kita dapat dengan mudah memahami bahwa moral pasukan rezim telah mencapai titik terendah baru dan telah kehilangan semua keinginan untuk berperang.

alemarah 2019-07-23
tentara afghanistan

Tentara Nasional Afghanistan berjalan di distrik Nari, provinsi Kunar, 24 Februari 2014. (Foto: Omar Sobhani/Reuters)

GARDA NASIONAL, JAKARTA — Sesuai dengan catatan kepemimpinan rezim, lebih dari empat puluh lima ribu tentara telah tewas di bawah pengawasan para kepala pemerintahan Kabul saat ini selama 5 tahun terakhir saja dan angka ini tidak termasuk kerugian yang menghancurkan tahun ini. Selain itu, ribuan tentara rezim lainnya telah lumpuh dan kehilangan semua kemampuan karena pernah bertempur di medan perang atau memenuhi kebutuhan keluarga mereka.



Beberapa outlet media independen dan pengamat internasional telah melaporkan bahwa rezim Kabul di bawah Ashraf Ghani telah kehilangan lebih dari dua puluh lima persen kekuatan pasukannya dan terus kehilangan rata-rata 250 tentara per minggu.



Kita harus sadar bahwa ini adalah perkiraan konservatif karena rezim telah mengambil langkah-langkah untuk menyembunyikan korban jiwa yang sebenarnya karena efek buruk yang ditimbulkannya terhadap moral pasukannya yang sudah terentang tipis dan hidup dalam kondisi yang mengerikan.



Melihat korban pasukan rezim kita dapat dengan mudah memahami bahwa moral pasukan rezim telah mencapai titik terendah baru dan telah kehilangan semua keinginan untuk berperang.



Rezim sedang dalam pertahanan dan saat ini berjuang untuk tetap relevan di kubu pertahanannya sedangkan mujahidin terus maju dan mengepung pasukan musuh.



Para penjajah Amerika telah menggelontorkan miliaran uang pembayar pajak untuk menopang pasukan keamanan administrasi Kabul namun operasi tempur saat ini di Afghanistan terus dijalankan oleh Amerika karena ketidakmampuan rezim.



Kepemimpinan militer Kabul hanya digunakan untuk manipulasi media sementara kendali sesungguhnya dari perang ini adalah dengan Amerika yang menjalankan pertunjukan di balik tirai.



Baru-baru ini, banyak personel pasukan operasi khusus Amerika telah terbunuh oleh Imarah Islam Afghanistan di Afghanistan yang membuktikan tingkat tinggi keterlibatan militer Amerika dalam pertempuran melawan mujahidin.



Pasukan rezim seperti bebek duduk ketika mereka menghadapi mujahidin di medan perang dan hanya berhasil bertahan hidup dengan kekuatan udara Amerika dan kebijakan pengeboman udara bumi hangus yang akibatnya terbukti benar-benar tidak produktif karena tingginya jumlah korban sipil dan reaksi yang dihasilkannya terhadap rezim dan penjajah.



Tentara rezim dibantai seperti domba karena mereka bertarung untuk beberapa ratus dolar sementara keluarga pimpinan mereka tinggal di luar negeri dan menikmati kenyamanan barat.



Mereka tidak memiliki tujuan nyata pertempuran dan itu terlihat selama operasi militer. Setiap kali tidak ada dukungan udara untuk tentara rezim, mereka bahkan tidak bisa bergerak satu inci pun terhadap mujahidin.



Mitos tentang kekuatan pasukan komando/pasukan khusus rezim telah hancur karena seluruh kompi telah musnah dalam satu pukulan kecemerlangan mujahidin.



Mujahidin di sisi lain berjuang dengan tekad dan determinasi yang kuat untuk membersihkan tanah air mereka dari para penjajah dan membersihkannya dari korupsi yang terjadi. Mujahidin berjuang untuk alasan yang jelas sementara tentara rezim berjuang untuk gaji bulanan mereka.



Tentara Imarah Islam Afghanistan telah memenangkan banyak kemenangan signifikan di medan perang tahun ini sejak pengumuman operasi baru. Banyak tentara bersama dengan penjahat terkenal di rezim militer pimpinan telah terbunuh dan seluruh distrik dibersihkan dari kehadiran mereka.



Mujahidin Imarah Islam Afghanistan tidak memiliki pilihan lain selain melenyapkan mereka yang berperang melawan kepentingan Islam dan Afghanistan di bawah pengawasan penjajah.



Satu-satunya jalan ke depan bagi tentara rezim adalah meninggalkan rezim antek ini dan menerima perlindungan Imarah Islam Afghanistan, jika tidak mereka tidak akan diberi ampun atas pengkhianatan mereka dan akan terus disembelih seperti domba.



(alemarah)



Leave a Comment




berita dunia islam terbaru