Kamis, 2 April 2026

Nasional


Usai Dua Terduga Teroris Sumut Ditembak Mati, Densus 88 Terus Kejar Kelompok JAD

Densus 88 terus melakukan pengejaran terhadap kelompok JAD, pascapenembakan dua orang terduga teroris di Sumut.

Irfan Mualim 2018-10-23

Densus 88 Antiteror Polri.

Garda Nasional, Jakarta - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror mengaku masih memburu sejumlah kelompok teroris Jamaah Anshorut Daullah (JAD) yang melarikan diri setelah menembak mati dua teroris di Sumatera Utara beberapa hari lalu.



Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Birgjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan upaya pengejaran terhadap teroris JAD jaringan Sumatera Utara yang tersisa.



"Ada beberapa orang yang kita duga masih berada di jaringan JAD, kita terus melakukan pengejaran. Polri akan mengantisipasi setiap aksi yang dilakukan oleh kelompok itu," ujarnya di Jakarta, Senin (22/10/2018).



Ia menjelaskan, kendala Densus 88 Antiteror saat ini adalah mendeteksi kelompok teroris simpatisan yang menganut paham radikal. Selain itu, ada juga teroris sel tertidur yang sifatnya pasif menunggu setiap info baru dari jaringannya.



"Yang perlu kita antisipasi bersama adalah kelompok simpatisan agar tidak lagi menganut lagi radikalisme," imbuhnya.



Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror menembak mati 2 terduga teroris dari kelompok JAD jaringan Sumatra Utara karena melakukan perlawanan pada saat akan ditangkap. Kedua terduga itu bernama Hendry Syahli Manurung dan M. dival Alwis alias Rivai alias Vai. Ditembak mati pada Kamis 18 Oktober 2018 sekitar pukul 15.05 WIB.



"Saat dilakukan surveilance sambil menunggu tim tindak datang, tiba-tiba tersangka Hendri langsung menghampiri anggota dan menyerang menggunakan pisau, tapi setelah diberi tembakan peringatan dia masih menyerang, akhirnya dilumpuhkan," terangnya.



Tak lama setelah tersangka Hendri telah dilumpuhkan, kemudian datang tersangka lainnya dengan nama Rivai yang berencana membawa lari Hendri ketika sudah dilumpuhkan petugas.



"Kedua tersangka sempat lari melewati pemukiman warga dan terdapat 4 buah bom pipa yang jatuh dari para tersangka yang ditemukan oleh warga," jelasnya.



Setelah petugas mendapatkan info dari warga sekitar bahwa kedua tersangka terorisme itu bersembunyi pada sebuah WC Umum, Densus 88 langsung mendobrak pintu yang mencurigakan karena tidak bisa dibuka dari luar.



"Setelah pintu berhasil dibuka, mendadak tersangka kembali melakukan penyerangan dengan menembak ke arah petugas yang akhirnya terjadi kontak tembak dengan para tersangka," lanjutnya.



Akibat kontak tembak tersebut, tambah Dedi, akhirnya para tersangka meninggal dunia di WC Umum tersebut. Menurutnya, Kepolisian juga sempat melakukan penggeledahan di kontrakan para tersangka yang berada di Jalan Sipori-Pori Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Kabupaten Tanjung Balai Sumatera Utara.



 "Ditemukan 5 buah bom pipa besi, 1 buah pisau, 1 buah senjata api pistol merek browning caliber 9 mm dan 2 butir peluru 9 mm di dalam magazine pistol browning," tutupnya.



Leave a Comment




berita dunia islam terbaru