Selasa, 28 April 2026

Alutsista


45 Ranpur Anoa 'Diborong' Brunei

Brunei Darussalam memperkuat pertahanan dengan membeli puluhan kendaraan tempur 'Anoa' buatan PT Pindad, Bandung.

Irfan Mualim 2018-10-13
ranpur anoa

Kendaraan Tempur Anoa

Garda Nasional, Jakarta - Sebanyak 45 Kendaraan Tempur (Ranpur) Anoa buatan PT Pindad dibeli oleh militer Brunei Darussalam untuk memperkuat pertahanan negaranya, Sabtu (13/10/2018).



Hal itu terungkap saat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Mulyono menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Darat Brunei, Brigadir Jenderal Dato Seri Pahlawan Awang Khairul Hamed bin Awang Haji Lampoh di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, beberapa waktu lalu.



Kunjunga tersebut merupakan kunjungan bilateral dari Brunei sekaligus kunjungan perkenalan Brigjen Dato Seri Pahlawan Awang Khairul ke Indonesia sebagai pimpinan Angkatan Darat Brunei yang baru sejak dilantik pada Januari 2018. 



"Selama ini kerja sama antara TNI AD dan AD Brunei telah terjalin dengan baik di berbagai bidang, baik dalam bidang intelijen, latihan dan pendidikan," ujar Mulyono di Jakarta.



Ia menjelaskan, ada beberapa kerja sama yang telah dijalin oleh Indonesia dengan Brunei, di antaranya Latihan Bersama (Latma) Keris Satria 2018 yang telah dilaksanakan pada 27 Agustus sampai 5 September di Brunei Darussalam dan Latma Kilat Sakti 2018 yang akan dilaksanakan pada 15 hingga 28 Oktober 2018 mendatang. 



"Ada juga Army working Group mulai 23 sampai 26 Oktober di Bandung, Jawa Barat," katanya.



Mulyono mengapresiasi terjalinnya kembali kerja sama di bidang pendidikan yang sempat terhenti sejak 2016. Bahkan direncanakan pada 2019 mendatanga, satu personel TNI AD akan mengikuti pendidikan setingkat Seskoad di Brunei.



Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di TNI AD juga menyampaikan ucapan terima kasih karena telah mempercayakan kendaraan tempur buatan tanah air memperkuat militer Brunei dengan 45 unit sekaligus.



“Saya berterima kasih atas kepercayaan Brunei terhadap industri pertahanan dalam negeri Indonesia melalui pembelian 45 unit Ranpur Anoa. Dan, sejumlah senjata ringan seperti SS2 V5 dan Pistol G2 Elite pada Mei 2018 yang lalu,” terangnya.



Leave a Comment




berita dunia islam terbaru