Kamis, 28 Mei 2026

Internasional


50 Ribu Pasukan NATO Dikerahkan ke Nowegia, Perang?

Sebanyak 50.000 pasukan, 10.000 kendaraan, 250 pesawat dan 65 kapal perang dari semua 29 anggota aliansi NATO dikerahkan untuk mengikuti latihan perang "Trident Juncture".

Irfan Mualim 2018-10-27

Ilustrasi

Garda Nasional, Norwegia - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menggelar latihan militer terbesar sejak berakhirnya Perang Dingin pada hari Kamis (25/10/2018) lalu di Norwegia. Dalam kegiatan itu, Jerman mengirim kontingen militer terbesar kedua, dalam rangka mempersiapkan diri untuk memimpin pasukan gerak cepat NATO, Sabtu 27 Oktober 2018.



Latihan perang "Trident Juncture" melibatkan sekitar 50.000 pasukan, 10.000 kendaraan, 250 pesawat dan 65 kapal perang dari semua 29 anggota aliansi, ditambah Swedia dan Finlandia.



Tujuan dari latihan ini adalah untuk menguji dan melatih "Very High Readiness Joint Task Force" (VHRJTF) NATO, yang nantinya akan berada di bawah komando Jerman. Pasukan gabungan gerak cepat ini dirancang untuk mempelopori pertahanan negara anggota aliansi yang menghadapi serangan dari luar.



Dimana VHRJTF NATO dirancang aliansi pertahanan Atlantik Utara itu pada tahun 2014 setelah aneksasi Rusia di Semenanjung Krimea.



Rusia, yang berbatasan dengan Norwegia, diundang NATO untuk memantau latihan perang itu. Namun Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu mengecam manuver besar-besaran tersebut.



"Aktivitas militer NATO dekat perbatasan kami telah mencapai tingkat tertinggi sejak masa Perang Dingin. Trident Juncture adalah simulasi tindakan militer ofensif," ujarnya di Moskow.



Senada dengan itu, wakil pemimpin Partai Kiri- "Die Linke" di parlemen Jerman, Dietmar Bartsch, mengeritik latihan gabungan itu sebagai sesuatu uapaua yang menggelikan, berbahaya, dan provokatif terhadap Rusia.



"Ada ancaman perang yang lebih besar. Presiden AS mengancam lomba persenjataan nuklir terhadap Rusia dan Cina serta membatalkan perjanjian perlucutan senjata nuklir," katanya seperti yang dikutip harian Jerman Neue Osnabrücker Zeitung.



Militer Jerman Bundeswehr berpartisipasi dalam manuver dengan sekitar 10.000 tentara dan 4.000 kendaraan. Selain itu, Bundeswehr mengerahkan pesawat tempur Tornado dan Eurofighter dan tiga kapal perang.



Nantinya awal 2019 mendatang, Jerman akan mengambil alih komando VHRJTF NATO selama setahun.



Leave a Comment




berita dunia islam terbaru