Kamis, 28 Mei 2026

Nasional


Bertemu Wapres, Muhammadiyah Minta Badan Pengawas Terorisme Dibentuk

Saat bertemu dengan Jusuf Kalla, Ketua Majelis Hukum PP Muhammadiyah, Trisno Raharjo meminta agar dibentuk badan pengawas terorisme.

Irfan Mualim 2018-10-27
berita muhammadiyah

Jusuf Kalla

GARDA NASIONAL, JAKARTA - Dalam pertemuan antara Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla dengan Ketua Majelis Hukum PP Muhammadiyah, Trisno Raharjo, keduanya membahas mengenai penanggulangan tindak pidana terorisme di Indonesia, Sabtu 27 Oktober 2018.



Trisno mengatakan, saat ini masih terjadi pelanggaran dalam penanganan terorisme. Karena itu perlu ada pengawasan. Pihaknya pun meminta dan mendorong agar DPR segera mengeluarkan peraturan untuk membentuk dewan pengawas terorisme.



"Untuk itu kami mendorong agar DPR untuk segera mengeluarkan peraturan yang membentuk dewan pengawas ini. Dimaksudkan adalah mengawasi aparat penegak hukum dalam penanganan tindak pidana terorisme," jelasnya di Jakarta.



Ia menambahkan, dalam pertemuan tersebut, Wapres juga menyampaikan beberapa pendapat dan pandangannya. Mengenai dewan pengawas hukum diserahkan kepada mekanisme yang ada.



"Bapak Wakil Presiden menyampaikan pandangan-pandangan beliau karena dengan penegakan hukum ya melakukan dewan pengawas itu ya sesuai dengan mekanisme yang ada untuk diharapkan nanti bisa terbentuk," katanya.



Beberapa waktu lalu, saat menghadiri KTT Asia-Eropa (ASEM) ke-12 pada sesi Retreat di S9, Gedung Europa, Brussels Jumat 19 Oktober 2018, Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, pemerintah Indonesia mengutuk keras segala bentuk tindakan terorisme. Terorisme merupakan ancaman bagi keamanan nasional dan internasional. Karenanya, mengajak seluruh negara memperkuat kerjasama untuk mengatasi ancaman tersebut.



"Indonesia sangat mengutuk terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya," imbuhnya.



Selain itu, JK juga menekankan pentingnya mengatasi akar masalah penyebab aksi terorisme. Menurutnya, tindakan semacam itu berawal dari ketidakadilan politik, ekonomi dan sosial serta ketidakpastian. Kondisi ini, secara sistematis mengikis kedaulatan suatu negara dan menghancurkan harapan suatu bangsa.



"Itu semua menghasilkan tempat berkembang biak yang sempurna bagi radikalisme dan kekerasan," tegasnya.



Oleh karena itu, JK meminta kepada seluruh mitra KTT ASEM untuk meningkatkan kerjasama dalam penanganan terorisme.



"Saya percaya bahwa Konferensi tersebut adalah platform yang tepat untuk tujuan ini," tutupnya.



Leave a Comment




berita dunia islam terbaru