Sabtu, 13 Juni 2026

karier


Cari Kerja Susah? Jangan Menyerah!

“Aduh..., panasnya kota Jakarta membuat peluhku meleleh begitu cepat, memapah langkah setapak demi setapak sepanjang pertigaan jalan. Bingung memikirkan ke mana lagi...

jangan menyerah

Ilustrasi pencari kerja.

GARDA NASIONAL, JAKARTA — “Aduh..., panasnya kota Jakarta membuat peluhku meleleh begitu cepat, memapah langkah setapak demi setapak sepanjang pertigaan jalan. Bingung memikirkan ke mana lagi harus memberikan fotokopi ijazah bersampul coklat ini.



Ukh..., begitu penat rasanya, begitu jenuh rasanya dan begitu capek rasanya mencari pekerjaan. Ke mana dan ke mana lagi harus kutempuh jalan sehingga aku bisa mengaplikasikan skill yang kumiliki.”



Pengalaman di atas rasanya hampir dihadapi oleh setiap orang. Dari berbagai jenis pendidikan baik tingkat SD, SMP, SMA, maupun perguruan tinggi.



Mencari pekerjaan sebenarnya bukanlah hal yang sulit, namun pada sebagaian orang bisa menjadi kesulitan terbesar apalagi jika tidak diimbangi dengan ijazah yang tinggi dan pengalaman yang memadai.



Banyak sekali para lulusan yang sedang mencari pekerjaan bahkan rela menganggur sambil menunggu datangnya info lowongan pekerjaan setiap hari.



Mereka bersedia menunggu berminggu-minggu, berbulan-bulan dan bahkan sampai satu tahun demi mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan background-nya. Padahal sebenarnya banyak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan dengan berbagai posisi.



Di lain pihak teman saya yang bekerja di bagian HRD mengatakan kenapa sulit ya mencari orang-orang yang mau melamar di posisi ini dan ini. Padahal mereka sudah bersusah payah memberikan informasi ke berbagai media cetak, internet atau melakukan kegiatan job fair.



Namun kandidat yang diharapkan tak sesuai dengan kenyataannya. Sebenarnya jika kita teliti lebih dalam memang lowongan pekerjaan yang ada pada umumnya berkisar antara sales, marketing atau accounting.



Tiga posisi tersebut sering kali menghiasi kolom di media cetak maupun elektronik. Untuk sebagian orang lowongan tersebut sangat membantu tapi bagi sebagian yang lain hanya menjadi penghias halaman karir saja.



Penolakan pun seringkali dilakukan oleh pelamar karena berbagai macam alasan. Padahal kalau misalnya mereka diterima pada posisi tersebut sebenarnya mereka mempunyai kesempatan belajar ilmu baru yang selama ini memang belum diajarkan.



Mereka mempunyai relasi baru sebagai bentuk perpanjangan jaringan pertemanan yang suatu waktu dibutuhkan. Banyak sekali orang bilang, sebaiknya bekerja sesuai dengan background yang kita miliki.



Karena bekerja dengan jalur yang sesuai itu lebih akan mendapatkan kenyamanannya. Berbeda dengan orang yang bekerja tidak sesuai dengan background-nya. Dia akan berusaha untuk terus dan terus mencari apa yang belum ia dapatkan dari hasil belajarnya selama kuliah.



Ditambah lagi budaya di masyarakat bahwa kita harus mempunyai pekerjaan yang permanen. Apakah itu dengan menjadi karyawan seumur hidup dengan bekerja pada posisi yang sesuai dengan jurusan saat kuliah, PNS atau membuka peluang usaha yang bisa menjadi andalan.



Hal tersebut akan semakin mempersempit pola pikir para lulusan pendidikan dalam mencari atau menjalankan pekerjaan. Hal ini dikarenakan kita sebagai manusia sebenarnya mempunyai banyak pilihan dan tidak harus terbentur hanya pada satu pilihan yang menetap saja.



Kita mempunyai banyak cara untuk bekerja sambil menikmati hidup walaupun tidak sesuai dengan jurusan. Dan kita pun sebagai manusia yang mempunyai kompleksitas yang tinggi bisa melakukan banyak hal di tengah ironi masyarakat yang harus menjadi ‘master’ di satu bidang saja.



Rasanya begitu sempit jika sampai dengan modernisasi dunia sekarang tetap mempertahankan ideologi tersebut. Saya akui, kita memang butuh ketetapan yang pasti dalam hal mata pencaharian tapi bukan berarti kita hanya berkecimpung di satu bidang yang sama dan itu-itu saja.



Karena pada kodratnya manusia itu makhluk yang majemuk, yang memiliki berbagai pilihan, yang bisa berjalan tidak hanya pada satu garis tapi bisa juga pada garis lainnya secara bersamaan.



Manusia memiliki kompleksitas yang tinggi dan pastinya kompleksitas ini terbentuk dari berbagai pengalaman yang telah diperoleh semasa dia mendapatkan ilmu dari berbagai bidang.



Jadi menurut hemat saya selama kita sudah mendapatkan pekerjaan walaupun itu tidak sesuai, coba jalani dalam jangka waktu tertentu. Andaikata Anda merasa cocok di dalamnya, Anda bisa terus menjalaninya dengan baik.



Dan Anda pun juga bisa mencoba menjalani bidang lainnya walaupun bidang itu merupakan hal yang baru bagi anda. Tapi walaupun Anda merasa tidak cocok dengan pekerjaan yang Anda pilih saat ini dan harus mencari jalan lain, maka jangan sia-siakan pengalaman yang telah Anda dapatkan pada posisi ini.



Gali terlebih dahulu ilmu yang ada di posisi ini, ambil, catat, simpan sebanyak-banyaknya dan setelah itu Anda bisa mengambil keputusan untuk keluar.



Terkadang Allah mengirim kita untuk belajar pada bidang yang tidak sesuai dengan jiwa kita dengan berbagai alasan, namun jika kita coba analisis lagi mungkin ilmu yang di luar jalur ini sangat dibutuhkan saat kita menjalankan usaha yang sesuai dengan impian kita nanti.



Selama ini saya berpikir ingin bekerja pada posisi yang sesuai dengan jurusan tapi sampai dengan detik ini belum terwujud. Saya tidak berkeceil hati, tapi saya mulai menikmati bidang-bidang yang tidak sesuai dengan jurusan saya ini.



Saya justru cederung merasa hidup denganpenolakan dibidang yang saya jalani selama pendidikan. Karena saat ini saya mempunyai pengalaman yang lebih dari sekadar peran HRD ataupun bagian rekrutmen.



Selama itu membuat kita akan mendapatkan banyak ilmu dari berbagai sisi kehidupan dan selama itu membuat kita bisa mencari perbedaan sisi dari diri sendiri, saya rasa kita tidak perlu berkecil hati karena Allah tidak pernah menciptakan atau membuat suratan nasib yang sia-sia.



Terlepas dari permasalahan tersebut, kita sebenarnya bisa mengukur apa sebenarnya yang kita inginkan walaupun mungkin di tengah berbagai keterbatasan yang ada.



Kita seyogyanya sebagai orang yang mungkin memiliki ijazah yang memadai bisa lebih bijak dalam mencari pekerjaan setelah lulus dari universitas. Banyak sekali lowongan pekerjaan yang di luar jurusan kita namun bukan berarti menjadi penghambat untuk tidak pernah mencobanya.



Yach.., walaupun dengan segala pengorbanan yang harus dilakukan tapi pikirkan juga semua yang anda jalani pastinya memiliki manfaat di kemudian hari yang tak terkira.



Kadang Allah SWT memang membuat garis tangan seseorang dengan berliku-liku, namun dari situlah banyak orang mulai memahami arti hidup.Terlepas dari suka atau tidak suka terhadap pekerjaan yang kita geluti, kita pastinya akan mendapatkan hikmah dari apa yang kita lakukan.



(Evi Sholihatul Afiah)



Leave a Comment




berita dunia islam terbaru