karier
Merasa Tak Berdaya? Jangan Putus Asa!
Setiap orang pastinya memiliki beragam permasalahan baik itu internal maupun eksternal. Dan setiap orang juga memiliki beragam solusi untuk penyelesaiannya, namun ada saja dari sebagian kita yang juga tidak mampu mencari solusi sehingga...
GARDA NASIONAL, JAKARTA — Setiap orang pastinya memiliki beragam permasalahan baik itu masalah internal maupun eksternal. Dan setiap orang juga memiliki beragam solusi untuk penyelesaiannya, namun ada saja dari sebagian kita yang juga tidak mampu mencari solusi sehingga terbuai dengan masalahnya yang berlarut-larut.
Kondisi inilah yang sering terjadi pada sebagian orang itu. Kondisi di mana ketidakmampuan menjadi penghalang nomor satu dalam hidupnya, ketidakmampuan menjadi alasan untuk bertahan dengan permasalahan yang ada sehingga tidak mampu untuk membuat perubahan pada dirinya, pola pikirnya, dan lingkungannya.
Ketidakmampuan inilah yang secara psikis mempengaruhi perilaku seseorang. Sering kita temui, orang-orang yang ‘tidak waras’, banyak berkeliaran di lingkungan rumah. Mereka berjalan tak tentu arah dengan menggunakan pakaian kotor, hitam bahkan berbau.
Mereka berjalan tanpa sadar akan siapa dirinya lagi. Mereka bertindak atau melakukan sesuat pun juga diluar batas kesadaran mereka. Tentu kita harus berpikir, kenapa hal ini bisa terjadi? Selama kita hidup, pasti akan dihujani oleh masalah, tapi itu bukan untuk di takuti namun untuk dicari jalan keluarnya.
Masalah adalah suatu proses pendewasaan bagi pola pikir kita. Orang-orang yang menderita akan permasalahannya berarti dia mempunyai ketidakmampuan, ketidakberdayaan, terhadap diri dan lingkungannya.
Semakin seseorang merasa tak mampu atau tak berdaya, semakin dia belajar untuk pasrah pada keadaan dan keadaanlah yang mengatur hidupnya.
Semakin seseorang itu mempunyai kecenderungan mempelajari ketidakmampuan atau ketidakberdayaannya, akan semakin membuatnya mengalami kondisi ‘ketidakberdayaan yang dipelajari’ atau ‘learned helplessness’.
Learned helplessness atau ketidakberdayaan yang dipelajari adalah suatu bentuk perilaku di mana seseorang menjadi tidak berdaya terhadap penderitaan yang dialaminya. Teori ini dikemukakan oleh E. P Seligmen berdasarkan hasil penelitian terhadap anjing yang ditempatkan pada beberapa kondisi yang tidak menyenangkan.
Sekelompok anjing ini diberi kejutan listrik, anjing-anjing yang mampu menghentikan kejutan listrik inilah yang tidak mengalami kondisi ketidakberdayaan. Namun anjing-anjing yang bertahan dengan kejutan listrik tanpa mampu menghentikannya lama-kelamaan akan belajar merasa tidak berdaya.
Sehingga terus bertahan pada kondisi yang tidak menyenangkan tersebut. Begitu juga pada manusia, begitu banyak permasalahan yang dihadapi, apakah seseorang mampu bertahan dengan masalahnya, mampu mencari solusinya, ataupun sebaliknya.
Manusia memiliki segudang solusi yang sebenarnya bisa diolah, namun kenapa banyak sekali manusia yang juga gagal dalam permasalahannya, terbuai bertahun-tahun tak tentu arah sambil menunggu keajaiban.
Rasanya hal yang tidak mungkin mengharapkan bintang jatuh dari langit. Yang ada manusia hanya menjadi bulonan bagi dirinya andaikata tidak bisa melepaskan diri dari harapan kosong yang diimpikannya.
Manusia harus keluar dari permasalahannya dengan mencari solusi yang terbaik. Bagaimana pun cara yang dilakukan melalui ‘trial and error’, pastinya setiap manusia memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah yang membelitnya.
Karena Allah SWT tidak akan memberikan cobaan kepada manusia yang tidak mampu. Justru Allah memilih orang yang mampu untuk dibendung berbagai permasalahan.
(The Green Girl)
pendidikan militer sarjana

