Kamis, 2 April 2026

diplomasi


Imarah Islam Izinkan Kegiatan ICRC di Afghanistan

Imarah Islam Afghanistan mengembalikan jaminan keamanan sebelumnya ke ICRC di Afghanistan dan menginstruksikan semua mujahidin untuk membuka jalan bagi kegiatan ICRC dan memperhatikan keamanan bagi pekerja dan peralatan komite ini.

imarah islam

Petugas ICRC dan Masyarakat Bulan Sabit Merah Afghanistan memberikan bantuan untuk keluarga yang rumah dan barang-barangnya dihancurkan oleh banjir besar di Provinsi Faryab, Afghanistan. (Sumber: Flickr)

GARDA NASIONAL, JAKARTA — Imarah Islam memiliki sejumlah masalah dengan kualitas dan kuantitas kegiatan yang dilakukan oleh Komite Internasional Palang Merah di Afghanistan yang memaksa Imarah Islam untuk menunda kegiatan mereka dan membatalkan jaminan keamanan yang diberikan oleh Imarah Islam kepada semua LSM yang berkomitmen di Afghanistan.



Setelah kontak dan diskusi terus-menerus antara pejabat Imarah Islam dan kepala ICRC di ibukota Qatar, Doha, kedua belah pihak setuju untuk mengikuti perjanjian lama di atas janji-janji baru dalam bantuan kemanusiaan yang mengarah ke Imarah Islam memberikan ICRC izin melanjutkan kembali kegiatan.



Dengan diterbitkannya pernyataan ini, Imarah Islam Afghanistan mengembalikan jaminan keamanan sebelumnya ke ICRC di Afghanistan dan menginstruksikan semua mujahidin untuk membuka jalan bagi kegiatan ICRC dan memperhatikan keamanan bagi pekerja dan peralatan komite ini.



Distrik Bala Baluk jatuh ke mujahidin



Menurut laporan, pasukan musuh telah melarikan diri dan meninggalkan pusat pemerintahan distrik Bala Baluk, kantor pusat kepolisian dan bangunan lainnya karena mereka dikepung ketat mujahidin selama 2 bulan terakhir.



Dengan kaburnya musuh, daerah yang luas berada di bawah kendali mujahidin dan sejumlah besar rampasan perang telah disita.



1164 pegawai pemerintahan Kabul bergabung dengan Imarah Islam



Selama bulan Agustus 2019, upaya Komisi Dakwah, Bimbingan dan Rekrutmen Imarah Islam di semua provinsi di negara itu menghasilkan 1164 personil yang bekerja di berbagai pos pemerintahan berbasis Kabul meninggalkan rezim korup dan bergabung dengan Imarah Islam.



Mereka juga membawa berbagai jenis persenjataan, radio komunikasi, dan peralatan militer lainnya bersama mereka.



Warga negara yang bergabung dengan mujahidin bersumpah untuk memutuskan semua hubungan dengan musuh-musuh asing dan internal Islam dan tanah air dan memperkuat rakyat dan mujahidin kami untuk membersihkan negara dari pendudukan dan korupsi dan membangun pemerintahan Islam murni yang dapat diterima oleh semua warga Afghanistan.



Para pejabat Komisi Dakwah, Bimbingan dan Rekrutmen menyambut mereka, memberi mereka hadiah dan penghargaan dan menganggap langkah mereka sebagai langkah yang menguntungkan bagi Afghanistan.



(alemarah)



1 Comments

Leave a Comment




berita dunia islam terbaru