Kamis, 2 April 2026
Daya Saing
IMD World Competitiveness Yearbook 2017, Indonesia Naik Enam Peringkat
Dalam laporan tahunan tersebut Indonesia tercatat mengalahkan daya saing negara India, Rusia dan Turki yang berturut-turut berada di peringkat 45, 46 dan 47.
wardaddy
2017-06-08
Garda Nasional, Jakarta - Indonesia naik enam peringkat pada IMD World Competitiveness Yearbook 2017 yang dirilis oleh International Institute for Management Development (IMD) pada 31 Mei 2017. Sementara itu, peringkat pertama sampai ketiga berturut-turut diraih oleh Hong Kong, Swiss dan Singapura. Yang menarik, Amerika terlempar keluar dari peringkat tiga besar tahun lalu setelah disalip oleh Singapura.
World Competitiveness Yearbook adalah laporan tahunan yang diterbitkan oleh International Institute for Management Development (IMD) yang berbasis di Swiss tentang daya saing negara-negara dan telah diterbitkan sejak tahun 1989. Laporan tahunan tersebut mengukur kinerja 60 negara berdasarkan 333 kriteria yang mengukur berbagai aspek daya saing.
Dalam laporan tahunan tersebut Indonesia tercatat mengalahkan daya saing negara India, Rusia dan Turki yang berturut-turut berada di peringkat 45, 46 dan 47. Meskipun demikian, Indonesia perlu terus berbenah untuk memperbaiki daya saingnya pada berbagai aspek seperti pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi dan kenyamanan berusaha.
Selain menilai daya saing suatu negara, untuk pertama kalinya pada tahun ini, IMD World Competitiveness Center menerbitkan sebuah laporan terpisah yang menilai daya saing digital yang disebut dengan IMD World Digital Competitiveness. Peringkat daya saing digital tersebut memperkenalkan beberapa kriteria baru untuk mengukur kemampuan suatu negara untuk mengadopsi dan mengeksplorasi teknologi digital yang mengarah pada transformasi dalam praktik pemerintah, model bisnis dan masyarakat pada umumnya. (pd)
World Competitiveness Yearbook adalah laporan tahunan yang diterbitkan oleh International Institute for Management Development (IMD) yang berbasis di Swiss tentang daya saing negara-negara dan telah diterbitkan sejak tahun 1989. Laporan tahunan tersebut mengukur kinerja 60 negara berdasarkan 333 kriteria yang mengukur berbagai aspek daya saing.
Dalam laporan tahunan tersebut Indonesia tercatat mengalahkan daya saing negara India, Rusia dan Turki yang berturut-turut berada di peringkat 45, 46 dan 47. Meskipun demikian, Indonesia perlu terus berbenah untuk memperbaiki daya saingnya pada berbagai aspek seperti pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi dan kenyamanan berusaha.
Selain menilai daya saing suatu negara, untuk pertama kalinya pada tahun ini, IMD World Competitiveness Center menerbitkan sebuah laporan terpisah yang menilai daya saing digital yang disebut dengan IMD World Digital Competitiveness. Peringkat daya saing digital tersebut memperkenalkan beberapa kriteria baru untuk mengukur kemampuan suatu negara untuk mengadopsi dan mengeksplorasi teknologi digital yang mengarah pada transformasi dalam praktik pemerintah, model bisnis dan masyarakat pada umumnya. (pd)

