afghanistan
ISIS Serang Penjara Afghanistan, Taliban: Keselamatan Tahanan Terancam
ISIS mengklaim telah melakukan serangan terhadap penjara Afghanistan di sebelah timur Afghanistan dan mengaku bertanggung-jawab terhadap serangan tersebut.
GARDANASIONAL.COM, JAKARTA — ISIS mengklaim telah melakukan serangan terhadap penjara Afghanistan di sebelah timur Afghanistan dan mengaku bertanggung-jawab terhadap serangan tersebut. Menanggapi hal itu, Taliban menyatakan keprihatinan terhadap keselamatan tahanan di penjara Afghanistan tersebut.
Seperti diberitakan FDD's Long War Journal (03/08), serangan itu dimulai ketika seorang pengebom bunuh diri meledakkan alat peledak improvisasi yang dibawa kendaraan (VBIED) di gerbang penjara dan dilanjutkan dengan serbuan pasukan teroris itu terhadap fasilitas tersebut.
Dalam serangan yang berlangsung sekitar 18 hingga 20 jam tersebut dilaporkan sekitar 29 orang atau lebih tewas dan puluhan lainnya luka-luka, sedangkan delapan penyerang tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan.
Meskipun demikian, jumlah tahanan yang melarikan diri akibat serangan tersebut tidak diketahui secara pasti. Menurut Associated Press, fasilitas itu menampung sekitar sekitar 1.500 narapidana di mana beberapa ratus di antaranya diyakini adalah anggota ISIS.
Namun, pejabat Afghanistan mengklaim bahwa sekitar 1.000 tahanan ditemukan dan ditahan kembali setelah mereka melarikan diri ke kota. Sedangkan kelompok teroris tersebut mengklaim bahwa ratusan narapidana telah dibebaskan, sementara sekitar 100 polisi dan tentara Afghanistan terbunuh.
Tanggapan Imarah Islam
Sementara itu, Imarah Islam memberikan tanggapan resmi terhadap adanya peristiwa serangan tersebut. Dalam pernyataan yang dilansir dari Alemarah (12/08), Imarah Islam menyatakan keprihatinan terhadap keselamatan tahanan yang tersisa di penjara Pol-i-Charkhi, Afghanistan tersebut.
"Imarah Islam memiliki keprihatinan serius mengenai masalah ini dan memberi tahu semua pihak yang terlibat untuk mengambil tindakan pencegahan dan menjalankan proses pemindahan tahanan dengan sangat hati-hati dan aman," bunyi pernyataan resmi yang ditulis oleh Juru Bicara Imarah Islam Afghanistan Zabihullah Mujahid.
Menurut Imarah Islam, pihak intelijen pemerintahan Kabul, beberapa personel militer dan komandan pos pemeriksaan penjara terlibat dalam serangan yang diduga bertujuan untuk mengganggu proses negosiasi intra-afghanistan dan membalas dendam terhadap para tahanan tersebut.
"Sekelompok pria bersenjata ISIS dalam koordinasi dan kerja sama dengan intelijen pemerintahan Kabul, beberapa personel militer dan komandan pos pemeriksaan penjara berencana untuk melakukan serangan terhadap kendaraan yang akan memindahkan tahanan yang dibebaskan yang tersisa," jelas pernyataan tersebut.
Selanjutnya, Imarah Islam memperingatkan jika sesuatu yang tidak menguntungkan terjadi maka semua pihak yang telah menunjukkan kelalaian dalam hal ini akan bertanggung jawab dan menanggung akibatnya.
(pdlabs)
isis penjara afghanistan terorisme

