Kamis, 2 April 2026

terorisme


Kurdi Suriah: 17 Orang Indonesia yang Lolos dari IS Meninggalkan Suriah

Menurut pejabat, Omar Alloush, warga negara Indonesia tersebut termasuk pria, wanita dan anak-anak. Mereka diserahkan pada hari Selasa di persimpangan perbatasan Suriah-Irak. Mereka telah meminta untuk dikirim pulang, katanya.

wardaddy 2017-09-25

Sebagian WNI yang diselamatkan dari ISIS di kamp pengungsi Suriah.

Garda Nasional, Jakarta - Sejumlah 17 orang Indonesia yang telah bergabung dengan kelompok Islamic State di kota Raqqa, utara Suriah, telah diserahkan ke perwakilan negara mereka dan telah meninggalkan Suriah, seorang pejabat Kurdi setempat dan seorang juru bicara mengatakan pada hari Rabu.



Menurut pejabat, Omar Alloush, warga negara Indonesia tersebut termasuk pria, wanita dan anak-anak. Mereka diserahkan pada hari Selasa di persimpangan perbatasan Suriah-Irak. Mereka telah meminta untuk dikirim pulang, katanya.



Juru bicara Nisreen Abdullah dari Women's Protection Units juga mengkonfirmasi penyerahan tersebut. Identitas orang Indonesia tidak segera tersedia dan pejabat Irak tidak dapat mengkonfirmasi laporan tersebut.



Lalu Muhammad Iqbal, direktur perlindungan warga negara Indonesia di kementerian luar negeri negara tersebut, mengatakan telah ada "komunikasi antara pihak Indonesia dengan berbagai pihak yang mengendalikan wilayah Suriah" termasuk dengan Otoritas Kurdi Suriah Utara yang terkait dengan 17 orang Indonesia.



Dia mengatakan bahwa pemerintah Indonesia dalam diskusi awalnya memperoleh informasi bahwa kelompok tersebut bukan pejuang, sebagian telah menghabiskan sebagian besar waktunya di Suriah di penjara Islamic State atau kondisi terisolasi lainnya, dan telah melarikan diri dari Raqqa dengan bantuan pihak ketiga pada tanggal 10 Juni.



"Komunikasi kita dengan kelompok-kelompok ini lebih mengarah pada situasi kemanusiaan," kata Iqbal, memberikan catatan bahwa keluarga tersebut termasuk remaja dan tiga anak kecil. "Kondisi keamanan di daerahnya begitu rumit sehingga proses penanganannya tidak bisa dilakukan dengan mudah," katanya.



Bulan lalu, sebuah tim Associated Press di Raqqa bertemu dengan anggota keluarga Indonesia yang berusia 17 tahun dan melaporkan perjalanan mereka dua tahun yang lalu dari Jakarta ke Raqqa dan keinginan awal mereka untuk tinggal di ibukota memproklamirkan negara Islam tersebut.



Mereka juga mengatakan kepada AP tentang bagaimana impian mereka hancur dalam menghadapi kebrutalan dan teror IS dan betapa berbedanya realitas kehidupan di bawah IS dengan mimpi utopia masyarakat Islam yang mereka jalani.



AP bertemu dengan wanita dan anak-anak di sebuah kamp untuk pasukan pengungsian oleh pasukan Kurdi di utara Raqqa, setelah mereka berhasil melarikan diri.



AP juga mewawancarai seorang laki-laki di sebuah pusat keamanan yang dikelola oleh pasukan Kurdi di Kobani.



___



Penulis Associated Press Niniek Karmini di Jakarta, Indonesia memberikan kontribusi untuk laporan ini.



(The Associated Press)



Leave a Comment




berita dunia islam terbaru