diplomasi
Laporan BBC tentang Korban Mujahidin adalah Propaganda Penjajah
BBC lagi-lagi mencoba memainkan peran sebagai pengeras suara untuk pasukan pendudukan, memajukan perang dinginnya dan memutarbalikkan realitas Afghanistan untuk keuntungan penjajah.
GARDA NASIONAL, JAKARTA — BBC telah menerbitkan laporan yang mengklaim bahwa sesuai dengan temuan mereka sendiri (!!?) mujahidin telah menderita ribuan korban selama periode satu pekan.
Ini adalah propaganda persis yang diprakarsai oleh Menteri Luar Negeri AS Pompeo dan kemudian Presiden Trump saat keluar dari proses negosiasi dan kemudian diambil oleh organ keamanan pemerintah Kabul dalam upaya untuk membenarkan kegagalan mereka.
BBC lagi-lagi mencoba memainkan peran sebagai pengeras suara untuk pasukan pendudukan, memajukan perang dinginnya dan memutarbalikkan realitas Afghanistan untuk keuntungan penjajah.
Kami sangat menolak klaim tak berdasar dari ribuan korban mujahidin selama sepekan terakhir dan musuh maupun media pendukungnya tidak memiliki bukti yang dapat membuktikan korban tersebut kepada mujahidin Imarah Islam.
Dasar dari laporan BBC adalah propaganda harian oleh kementerian dalam negeri dan pertahanan Kabul yang menerima dan menganggap pembunuhan warga sipil termasuk wanita dan anak-anak sebagai kerugian mujahidin.
Selama sepekan terakhir delapan distrik (Khwaja Ghar, Yangi Qala, Khanabad, Qala-e-Zal, Dasht-e-Archi, Guzargahi Nur, Anar Dara dan Zari) dibebaskan di provinsi Takhar, Kunduz, Baghlan, Farah dan Balkh.
Mujahidin memasuki ibukota provinsi Kunduz dan Farah, menyerbu 107 pos pemeriksaan, 9 pangkalan besar dan 3 batalion bersama-sama membunuh, melukai dan menahan ratusan tentara.
Serangan kesyahidan berat juga dilakukan di Kabul dan provinsi lain.
Terlepas dari semua bukti tentang musuh yang mempertahankan kerugian besar ini, BBC menerbitkan sebuah propaganda yang mengklaim ribuan korban mujahidin tanpa mematuhi prinsip-prinsip jurnalistik tentang meminta dan memasukkan pandangan Imarah Islam dalam laporan ini.
(alemarah)
laporan bbc mujahidin propaganda penjajah

