Kamis, 21 Oktober 2021

finansial


Pandemi COVID-19 Bongkar Kezaliman Pemerintah dan Kebatilan Pajak

Meluasnya pandemi COVID-19 selain menyengsarakan rakyat ternyata juga membongkar kezaliman pemerintah dan kebatilan pajak, khususnya pajak mobil yang diwacanakan akan diturunkan demi mendongkrak produksi dan penjualan.

putra dirgantara 2020-09-29
pandemi covid 19

Ilustrasi mobil dan pajak mobil baru. (Foto: Mohamed Hassan from PxHere)

GARDANASIONAL.COM, JAKARTA — Meluasnya pandemi COVID-19 selain menyengsarakan rakyat ternyata juga membongkar kezaliman pemerintah dan kebatilan pajak, khususnya pajak mobil yang diwacanakan akan diturunkan demi mendongkrak produksi dan penjualan.



Dalam beberapa hari terakhir, media online dihiasi dengan berita usulan Menperin agar mobil baru dibebaskan dari pajak demi mendongkrak produksi dan penjualan. Wacana ini terus bergaung di masyarakat meskipun belum ada keputusan resmi yang diambil oleh pemerintah.



Namun, wacana tersebut terus bergulir di masyarakat dan berkembang menjadi analisis hitung-hitungan harga mobil jika usulan Menperin tersebut jadi diterapkan.



Membaca berbagai analisis tersebut akan membuat kita senang sekaligus sedih. Senang karena harga mobil tanpa pajak akan lebih murah dan sedih karena ternyata selama ini masyarakat yang menjadi konsumen mobil baru dikenakan pajak yang berlipat-lipat hingga puluhan juta rupiah.



Dilansir dari CNN Indonesia (28/09), harga mobil baru tanpa pajak bisa turun hingga Rp 35 juta. Dalam rilis resminya, media tersebut mengungkapkan bahwa usulan pembebasan beberapa beban pajak mobil baru menjadi nol persen bisa membuat harga mobil turun hingga 20 - 40 persen. 



Sebagai contoh, pada mobil terlaris di Indonesia, yaitu Toyota Avanza misalnya, banderolnya bisa terpangkas puluhan juta. Hitung-hitungan pada jenis mobil lainnya juga bervariasi dan akan terpangkas setidaknya dimulai dari kisaran 40 juta rupiah.



Tentu saja hal ini membuat sesak di dada dan susah di hati karena jumlah pajak yang dikenakan hampir mencapai setengah harga pabrikan mobil tersebut. Belum lagi jika ditambah dengan bunga dan asuransi ketika masyarakat melakukan pembelian secara kredit ribawi.



Fenomena ini membuat masyarakat tersadar, pandemi COVID-19 telah membuat operator negara fiskal ini membongkar kebobrokan sistem yang dijalankan oleh dirinya sendiri dan membuat masyarakat semakin tercerahkan.



Juga, melalui pandemi COVID-19, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengajari masyarakat tentang kebatilan pajak karena merampas harta rakyat dengan jalan yang batil. Oleh karena itu, umat Islam diharamkan menjadi penarik dan pengumpul pajak karena adanya kebatilan tersebut.



Bahwa perampokan harta rakyat melalui pemajakan bukan main besarnya dan contoh paling gamblang dapat terlihat dari nominal pajak yang berlipat-lipat hingga puluhan juta rupiah pada pajak mobil baru ini yang sejatinya berasal dari keringat dan kerja keras rakyat.



Bulan-bulan pandemi ini membuat pemerintah demokrasi ini akan semakin goyah dan lelah karena pandemi COVID-19 yang tidak kunjung usai. Entah jurus apalagi yang hendak dipertontonkan oleh mereka yang tragisnya tetap akan menyeret mereka ke dalam jurang kehancuran.



Kita tunggu saja.



(pdlabs)



Leave a Comment



euforia emas
berita dunia islam terbaru