TNI AD
TNI Turut Atasi Trauma Korban Bencana Sulteng, Caranya 'Mantap'
TNI AD turut melakukan upaya menghilangkan trauma yang dialami oleh para korban gemba dan tsunami di Sulteng dengan membuka TPA.
GARDA NASIONAL, PALU – Sejumlah prajurit TNI AD asal Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 16/SBC Divif 3 Kostrad yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Bencana Alam Divif 3/Kostrad, membantu mengatasi trauma para korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Dengan membuka Taman Pendidikan al Quran di posko pengungsian Kayu Malue, Palu Utara.
Danyon Arhanud 16/SBC, Letkol Arh Agung Rakhman Wahyudi mengatakan, sejal Jumat (19/10/2018) tim membuka TPA sudah banyak yang terlibat. Bahkan selama tiga minggu awal, satgas fokus pada penanganan evakuasi dan penyelamatan. Termasuk pemenuhan kebutuhan dasar yakni pangan, sandang, dan tempat tinggal.
"Seiring dengan kondisi sosial masyarakat yang mulai pulih, saat ini kita bantu pemulihan mental warga. Terutama anak-anak melalui pendekatan spiritual," ujarnya di Palu, Senin (22/10/2018).
Ia menambahkan, pemulihan aspek mental lewat pendekatan spiritual seperti mengaji akan menyeimbangkan proses rehabilitasi fisik. Hal itu akan efektif dalam menumbuhkan kepercayaan diri korban terdampak bencana gempa dan tsunami Palu.
"Secara psikologis belum stabil dan jika dibiarkan, trauma mereka akan berkepanjangan. Oleh karenanya, kita bangun itu dari pembelajaran agama di TPA, meski darurat" jelasnya.
Salah satu pengajar, Prada Khairul Anwar menambahkan, selama menjalankan tugas tersebut, ia merasa senang dapat mengajar agama kepada anak-anak korban bencana alam yang melanda Kota Palu, Sulteng.
"Bersama mereka seperti bersama keluarga sendiri. Anak-anak sangat antusias untuk belajar agama, demikian juga ibu-ibu dari majelis taklim juga begitu perhatian terhadap pembelajaran agama bagi mereka," terangnya.
Senada dengan itu, salah seorang warga, Fitman Safrudin (45) mengapresiasi kepedulian TNI AD menggelar trauma healing lewat mengaji. Pendekatan spiritual itu dinilai menyeluruh. Tidak hanya sekedar bermain, tapi juga membuat dekat kepada Tuhan.
uighur

