Kamis, 21 Oktober 2021

afghanistan


41 Tahun Jihad Afghanistan: Uni Soviet Bubar, Amerika Serikat Bangkrut

Setelah 41 tahun jihad Afghanistan berlangsung, bangsa Afghanistan telah membuktikan kapasitasnya sebagai mujahidin sejati yang membuat Uni Soviet bubar dan Amerika Serikat bangkrut.

putra dirgantara 2020-12-26
jihad afghanistan

Menteri Luar Negeri AS Michael R. Pompeo menghadiri dan memberikan sambutan pada upacara pembukaan Negosiasi Intra-Afghanistan di Doha, Qatar. (Foto: Wikimedia Commons)

GARDANASIONAL.COM, JAKARTA — Setelah 41 tahun jihad Afghanistan berlangsung, bangsa Afghanistan telah membuktikan kapasitasnya sebagai mujahidin sejati yang membuat Uni Soviet bubar dan Amerika Serikat bangkrut.



Bangsa Afghanistan telah memerangi Uni Soviet sejak 41 tahun lalu ketika kekuatan imperialis terkemuka pada abad ke-20 tersebut menyerbu Afghanistan untuk mencaplok tanah Afghanistan dan memaksakan ideologi dan kepercayaan yang keji kepada rakyat Afghanistan.



Namun, mujahidin Afghanistan menggelorakan jihad untuk melawan invasi Uni Soviet dan berhasil mengusir bangsa penjajah tersebut dari setiap jengkal tanah Afghanistan yang membanggakan umat muslim di seluruh dunia.



Dalam pernyataan resmi yang dilansir dari alemarah.net (26/12), Imarah Islam Afghanistan menegaskan bahwa bangsa mujahid ini dengan bantuan ilahi dari Allah Yang Maha Kuasa (subhanahu wata'ala), tekad yang gigih dan pengorbanan yang luar biasa tidak hanya mengalahkan pasukan komunisme tetapi juga menurunkan Imperium Soviet ke dalam tong sampah sejarah.



Perjuangan mujahidin Afghanistan mengusir Uni Soviet tersebut sangatlah membanggakan dunia Islam karena mujahidin Afghanistan berhasil membebaskan Afghanistan dengan segala keterbatasan, pengorbanan dan penderitaan yang luar biasa.



"Bangsa mujahid Afghanistan memerangi basilisk Merah abad kedua puluh dengan sabit, kapak, bom tangan improvisasi dan senapan berkarat, mengalami pengungsian dan kesulitan, memberikan para syuhada, menderita pemenjaraan dan berbagai kesusahan dan penyiksaan lainnya tetapi mereka tidak meninggalkan tanah air mereka kepada Tentara Merah, juga tidak membiarkan mereka menginjak-injak nilai-nilai mereka." tulis pernyataan resmi tersebut.



Kini, setelah berhasil mengusir penjajah dari Uni Soviet sekaligus membuatnya bubar, gelora jihad tidak pernah surut dari bumi Afghanistan. Kali ini mujahidin Afghanistan bangkit melawan pendudukan Amerika Serikat yang ingin memaksakan sistem demokrasi yang batil di bumi Afghanistan.



Hasilnya, Amerika Serikat bersama sekutu dan pemerintahan bonekanya dibuat terkapar, mengaduh-aduh dan mengibarkan bendera putih tanda menyerah.



Mau tidak mau, Amerika Serikat memang harus mengajukan pembicaraan damai jika tentara Amerika tidak ingin hapus sama sekali dengan kekalahan yang sangat fatal. Apalagi, berurusan dengan mujahidin penakluk tiga imperium raksasa tersebut telah menghabiskan biaya sekitar 2 triliun Dollar, ditambah lagi dengan ribuan tentara yang mati sia-sia dan trauma psikis yang diderita oleh keluarga para tentara yang menanti kepulangan mereka.



Alhasil, perundingan damai yang saat ini sedang berlangsung sangatlah layak demi menyelamatkan muka para penjajah tersebut dari rasa malu yang sangat menyakitkan dan penderitaan yang sangat memilukan.



Hal ini sangat bernilai untuk diperjuangkan mengingat gelora jihad di bumi Afghanistan bukanlah sekadar kemarahan sesaat para pemuda Afghanistan, bukan pula sekadar semangat karbitan para tentara bayaran, tetapi merupakan ghirah sejati yang bersumber dari iman yang memancar dari segenap relung-relung jiwa bangsa Afghanistan.



Dari jeda pembicaraan damai pada negosiasi intra-Afghanistan, kini rakyat Afghanistan melihat setitik cahaya kebebasan dan mulai menatap kemerdekaan mereka sekali lagi di bawah pemerintahan Imarah Islam Afghanistan.



(pdlabs)



Leave a Comment



euforia emas
berita dunia islam terbaru