Ahad, 12 Juli 2020

nasional


ABK Indonesia Dijadikan Budak, Rezim Jokowi Tak Berdaya

Fakta-fakta miris yang terungkap pada perbudakan modern yang dialami oleh ABK Indonesia semakin menguak ketidakberdayaan rezim Jokowi dalam berdiplomasi terhadap Cina.

putra dirgantara 2020-05-15
abk indonesia budak

Tangkapan layar pembuangan jenazah ABK Indonesia di kapal ikan Cina. (Foto: Youtube)

GARDANASIONAL.COM, JAKARTA — Fakta-fakta miris yang terungkap pada perbudakan modern yang dialami oleh ABK Indonesia semakin menguak ketidakberdayaan rezim Jokowi dalam berdiplomasi terhadap Cina. Ini menunjukkan tidak adanya wibawa pemerintah ketika menghadapi kekuatan asing dan aseng.



Adanya perbudakan modern yang dialami oleh ABK Indonesia tersebut seharusnya sudah disikapi dengan tegas oleh pemerintah Indonesia dengan memanggil Duta Besar Cina dan menyampaikan protes keras terhadap pemerintahan Cina.



Hal ini sangat penting untuk menunjukkan kepada Cina bahwa Indonesia sangat prihatin terhadap isu-isu perbudakan dan tidak akan membiarkan warganya menjadi korban dari kejahatan transnasional tersebut dengan berupaya menghukum dengan keras pihak-pihak yang terlibat kejahatan tersebut.



Namun, sejauh ini reaksi yang diberikan pemerintah Indonesia terhadap kejahatan transnasional tersebut hanya memberikan nota diplomatik yang meminta bantuan pemerintah China untuk menyelidiki kapal-kapal yang terlibat, kondisi situasi kerja dan perlakuan terhadap pekerja (Kompas, 08/05).



Lucunya lagi, pemerintah Indonesia secara resmi meminta Dewan Hak Asasi Manusia PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) memberikan perhatian pada kasus dugaan pelanggaran HAM yang dialami anak buah kapal atau ABK Indonesia di kapal ikan Cina (Tempo, 14/05).



Bagaimana pemerintah meminta perhatian kepada PBB terhadap persoalan tersebut, jika badan itu dikuasai oleh Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak veto di mana Cina menjadi salah satu anggotanya? Tentu saja hal itu adalah lelucon belaka karena tidak memiliki kekuatan apapun dan hanya menjadi bahan tertawaan kekuatan asing dan aseng yang menguasai lembaga tersebut.



Seharusnya, pemerintah Indonesia bisa bersikap lebih keras terhadap Cina dengan melakukan protes keras, menggalang kekuatan regional dan jika perlu bahkan menghukum dengan keras kapal ikan yang melakukan kejahatan perbudakan tersebut. Hal ini perlu dilakukan untuk memulihkan dan mengembalikan kewibawaan pemerintah dan menjadi contoh bagi negara lain agar tidak melakukan kejahatan serupa.



Seperti diketahui, tiga anak buah kapal atau ABK asal Indonesia yang bekerja di kapal berbendera Cina meninggal dalam sebuah pelayaran dan dikabarkan jenazah mereka dibuang ke laut. Berita tersebut pertama kali ditayangkan MBC, stasiun televisi terestrial di Korea Selatan, pada 5 Mei 2020 (Tempo, 08/05).



Bersamaan dengan terungkapnya pembuangan jenazah tersebut, terungkap pula kejahatan perbudakan yang dialami oleh ABK Indonesia yang bekerja di kapal berbendera Cina tersebut. Perbudakan yang dialami ABK Indonesia tersebut di antaranya yaitu diduga mengalami penyiksaan sebelum tewas dan dibuang, gaji tidak dibayar atau tidak sesuai kontrak dan jam kerja yang sangat panjang dan hanya diselingi istirahat selama 6 jam.



(pdlabs)



Tags

Leave a Comment



berita dunia islam terbaru