Ahad, 12 Juli 2020

afghanistan


23 Pekerja Migran Afghanistan Syahid, Imarah Islam Turut Berduka

Imarah Islam Afghanistan ikut berduka terhadap kesyahidan 23 pekerja migran oleh penjaga perbatasan Iran.

putra dirgantara 2020-05-14
pekerja afghanistan

Ilustrasi pengungsi Suriah dan Afghanistan, tidak berkaitan dengan artikel. (Foto: Flickr)

GARDANASIONAL.COM, JAKARTA — Imarah Islam Afghanistan turut berduka terhadap kesyahidan 23 pekerja migran oleh penjaga perbatasan Iran. Dalam pernyataan resminya, Imarah Islam Afghanistan menyatakan kesedihan mendalam atas kesyahidan pekerja migran tersebut dan menyampaikan keprihatinan serius tentang kasus ini dengan para pejabat Iran.



"Sangat sedih mengetahui bahwa 57 orang Afghanistan dalam perjalanan mereka ke Republik Islam Iran untuk pekerjaan awalnya disiksa oleh penjaga perbatasan Iran dan 23 dari mereka kemudian mati syahid secara brutal," kata pernyataan tersebut.



Dilansir dari alemarahenglish (03/05), Imarah Islam mengatakan bahwa negeri mereka menghadapi kemiskinan dan sejumlah masalah lain selama berada di bawah pendudukan Amerika sehingga beberapa warga pergi ke negara tetangga untuk mencari pekerjaan karena kemelaratan.



Atas kejadian tersebut, Imarah Islam mendesak para pejabat Republik Islam Iran untuk memperlakukan warga Afghanistan yang menjadi pekerja migran tersebut dengan belas kasih dan sejalan dengan prinsip-prinsip persaudaraan Islam dan hubungan tetangga.



"Orang Afghanistan mencari hubungan yang bersahabat dan baik dengan tetangga mereka dan insiden seperti itu memiliki dampak yang sangat negatif pada hubungan baik antara orang-orang di kedua negara," sambung pernyataan resmi tersebut.



Imarah Islam juga meminta pejabat Republik Islam Iran untuk meluncurkan penyelidikan komprehensif terhadap pembunuhan warga Afghanistan tersebut, untuk secara tegas menghukum para pelaku dan untuk mencegah kejadian seperti itu di masa depan.



Sebelumnya diberitakan bahwa 45 pekerja migran dari Afganistan yang mencoba masuk ke Iran telah memeluk syahid dalam insiden yang melibatkan pasukan perbatasan Iran yang diduga mendorong masuk para pekerja migran dengan senjata ke dalam sebuah area berbahaya.



Dilansir dari Tempo (08/05), dua anggota parlemen Afganistan meminta agar dilakukan investigasi atas kematian para pekerja migran tersebut yang telah memicu terjadinya krisis diplomatik di antara kedua negara yang saling bertetangga itu dan memiliki hubungan dagang, ekonomi dan budaya.



Sementara itu Iran tetap menyangkal kejadian tersebut, namun otoritas Afganistan pada Selasa (05/05) mengatakan bahwa mereka telah menemukan 12 jasad dalam dua hari terakhir dari sungai Harirud sehingga total jenazah yang sudah ditemukan menjadi 17 orang.



(pdlabs)



Tags

Leave a Comment



berita dunia islam terbaru