Ahad, 12 Juli 2020

jet tempur


Penjajah AS Keluarkan Turki, Program F-35 Semakin Sengsara

Penghapusan Turki dari program jet tempur F-35 Lightning II diyakini akan semakin menambah proses pembuatannya yang sudah terkepung.

putra dirgantara 2020-05-13
program f 35 turki

Ilustrasi jet tempur F-35 Lightning II Turki. (Foto: Flickr)

GARDANASIONAL.COM, JAKARTA — Penghapusan Turki dari program jet tempur F-35 Lightning II diyakini akan semakin menambah proses pembuatannya yang sudah terkepung. Hal ini diungkapkan oleh pengawas kongres AS pada Selasa (12/05).



Dilansir dari Anadolu Agency, The Government Accountability Office (GAO) menyatakan bahwa program terus menghadapi kekurangan pasokan yang kemungkinan akan diperburuk oleh penghapusan Turki dari program jet tempur tersebut.



"Keputusan pemerintah Trump pada bulan Juli 2019 untuk mengeluarkan Turki dari program F-35 karena akuisisi sistem pertahanan udara Rusia yang canggih kemungkinan akan menambah risiko produksi," kata GAO.



Beberapa faktor yang melandasi pernyataan tersebut adalah program itu menghadapi peningkatan tingkat pengiriman suku cadang pesawat yang terlambat dan kekurangan suku cadang. Selain itu program akan mengalami "risiko tetap" jika menghentikan Turki sebagai pemasok dan beralih ke pemasok alternatif lainnya.



Sebelumnya, dilansir dari AIRSPACE REVIEW diketahui bahwa Turki hingga saat ini masih memproduksi dan mengirimkan komponen-komponen penting jet tempur F-35 kepada Lockheed Martin, Amerika Serikat (AS) melalui salah satu industri kedirgantaraannya, Turkish Aerspace Industries (TAI) yang menjadi salah satu produsen penyuplai komponen jet tempur F-35.



Pada bulan Juli 2019 lalu Amerika Serikat resmi mengeluarkan Turki dari program jet tempur F-35 setelah Turki membeli sistem pertahanan udara S-400 Triumf dari Rusia.



Meskipun demikian, Senator dari Partai Republik Lindsey Graham mengaku telah bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk membahas kemungkinan sekutu Amerika Serikat di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) itu kembali ke program manufaktur bersama untuk jet tempur F-35 (CNN Indonesia, 24/09/2019).



(pdlabs)



Tags

Leave a Comment



berita dunia islam terbaru