Ahad, 12 Juli 2020

ramadhan


Syeikh, di mana Kampung Muslim Akhir Zaman itu?

Kampung muslim akhir zaman adalah sebuah keniscayaan bagi umat Islam yang saat ini berhadapan dengan dunia modern yang begitu fasik dan amoral.

putra dirgantara 2020-04-29
kampung akhir zaman

Ilustrasi kampung muslim akhir zaman.

GARDA NASIONAL, JAKARTA — Kampung muslim akhir zaman adalah sebuah keniscayaan bagi umat Islam yang saat ini berhadapan dengan dunia modern yang begitu fasik dan amoral. Oleh karena itu, keberadaan kampung muslim akhir zaman adalah hal yang sangat urgen, tidak hanya untuk melindungi izzah kaum muslimin, tetapi juga untuk menegakkan sunnah dan syariah Islam yang saat ini sudah banyak ditinggalkan umat Islam.



Namun, di tengah situasi yang sangat mendesak tersebut, banyak kebingungan di antara umat Islam sendiri tentang bagaimana cara menciptakan kampung muslim akhir zaman tersebut. Hal ini disebabkan karena meskipun gagasan kampung muslim sudah banyak diwacanakan, namun konsepnya masih mentah, baru sebatas teori dan belum sampai pada penerapan konsep tersebut secara nyata di lapangan.



Syeikh Imran Hosein, seorang ilmuwan yang fokus pada eskatologi Islam mencoba untuk menjawab kebingungan umat muslim tersebut tentang bagaimana kampung muslim akhir zaman ditegakkan dan berikut adalah petikan ceramah beliau yang sempat direkam dan diterbitkan melalui channel Youtube.



Tausiyah Syeikh Imran Hosein



Saya harus berhentikan sementara sekarang karena saya banyak menerima email. Saya dapat dari Belgia, Perancis, Inggris, AS, Algeria, Maroko dan lainnya. "Syeikh.., syeikh.., syeikh..! Di mana kampung muslimnya? Kami ingin bergabung, kami ingin tinggalkan dunia yang fasik ini dan bergabung dengan kampung muslim Anda!" 



Namun, jawabannya adalah... Well, banyak murid saya dari berbagai negara membeli tanah, beternak dan bertani, namun belum ada yang tinggal tetap. Tapi, biar saya ceritakan salah satu murid saya yang berasal dari Malaysia dan hanya dia yang sedang melakukannya.



Dia menjual rumahnya di KL, dia mengorbankan pekerjaan ribanya, dia mendapat di internet sebidang tanah yang murah dan dia membeli satu hektar dengan harga murah dan kemudian dia membangun rumahnya.



Tidak lewat kontraktor, dia membeli material dan langsung membayar pekerjanya. Dia menanam padi, dia menanam berbagai macam pohon kurma, dia menanam pohon-pohon buah. Satu hektar miliknya telah bertambah menjadi 6 hektar.



Dia beternak kambing, dia beternak ayam dan bebek. Juga terdapat kuda di tanah itu yang hanya sekitar satu setengah jam dari KL. Namun, untuk bisa masuk hanya ada jalan untuk motor saja. Dan dia bangun dan sekarang mobil juga dapat masuk.



Dan saya berkunjung dua pekan yang lalu pada semua keluarganya dan juga istrinya, masya Allah.., masya Allah.., masya Allah..! Dia tidak akan bisa melakukannya tanpa dukungan dari istrinya. Istrinya selalu ada di belakang mendukungnya, masya Allah..!



Satu pasangan muda dengan seorang putra lima atau enam tahun dan putri dua atau tiga tahun, itu saja..! Hanya ada beberapa desa tetangga di sekitarnya di kampung kecil itu. Namun, sebuah tempat yang indah di mana mereka tinggal.



Dan jika Anda pergi ke sana, Anda tidak akan ingin pulang lagi. Jadi mengapa Anda tidak melakukan itu..?! Itu lebih baik daripada mengirim email kepada saya: "Syeikh, di mana kampung muslim itu..?!"



Mengapa Anda tidak mencoba melakukan apa yang telah dilakukan saudara Anda tadi? Jual rumah Anda di London itu. Betul! Jual rumah Anda di London itu. Korbankan pekerjaan Anda dan berhijrahlah!



Carilah di pedesaan di mana tanah masih murah. Tanah tadi dia beli hanya dengan sepuluh ribu ringgit perhektar. Memang harus dia tanami sendiri, tapi hanya sepuluh ribu!



Itu yang bisa Anda lakukan untuk bersiap-siap menghadapi perang nuklir. Anda harus menyimpan cukup persediaan makanan. Anda harus menyimpan persediaan air minum. Anda harus menyimpan tenaga Anda.



Anda harus menggali sebuah sumur, gunakan tenaga matahari untuk mengeluarkan air. Untuk cadangan, sediakan ember untuk menimba air. Jadi jika tenaga matahari tidak jalan, masih bisa menimba air dengan tangan.



Inilah bagaimana Anda bisa bersiap-siap untuk sebuah perang nuklir dengan keluar dari perkotaan, mengungsi dari perkotaan karena akan terjadi anarki di perkotaan nanti ketika perang nuklir terjadi karena tidak ada makanan dan air minum dan tidak ada bensin untuk transportasi.



Bukannya melarikan diri dari kematian, harus ditanamkan di dalam hati untuk melakukan misi Islam: saya bukan melarikan diri dari kematian karena Allah yang memberi kehidupan dan Allah yang mengambil kehidupan, tapi tanggung jawab saya untuk menjaga keluarga saya sebisa mungkin dan itulah alasan mengapa saya pindah ke pedesaan.



(Syeikh Imran Hosein)



Tags

Leave a Comment



berita dunia islam terbaru