Kamis, 21 Oktober 2021

afghanistan


Jeda Pembicaraan Damai, Delegasi Taliban Kunjungi Pakistan

Delegasi Taliban melakukan kunjungan ke Islamabad, Pakistan selama jeda pembicaraan damai pada negosiasi intra-Afghanistan dengan pemerintahan boneka Kabul.

putra dirgantara 2020-12-18
taliban kunjungi pakistan

Mullah Abdul Ghani Baradar dalam upacara penandatanganan di Doha, Qatar, pada 29 Februari 2020. (Foto: Wikimedia Commons)

GARDANASIONAL.COM, JAKARTA — Delegasi Taliban melakukan kunjungan ke Islamabad, Pakistan selama jeda pembicaraan damai pada negosiasi intra-Afghanistan dengan pemerintahan boneka Kabul. Kunjungan delegasi Taliban tersebut dipimpin oleh Kepala Urusan Politik Imarah Islam Afghanistan, Mullah Abdul Ghani Baradar.



Dalam kunjungan tersebut, delegasi Taliban akan bertemu dengan Perdana Menteri Imran Khan, pimpinan militer dan pejabat senior lainnya. Kedatangan delegasi Taliban tersebut diawali dengan mengunjungi Kementerian Luar Negeri Pakistan dimana Menteri Luar Negeri Shah Mahmood Qureshi menyambut mereka.



Dilansir dari Anadolu Agency (16/12), Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan bahwa Kunjungan delegasi Komisi Politik Taliban adalah bagian dari kebijakan Pakistan untuk menjangkau pihak-pihak utama Afghanistan dalam proses perdamaian Afghanistan dengan tujuan untuk memfasilitasi Negosiasi Intra-Afghanistan yang dimulai di Doha pada 12 September 2020.



Kunjungan delegasi Taliban tersebut adalah kunjungan kedua setelah empat bulan lalu delegasi Taliban juga melakukan kunjungan ke Pakistan dan mengadakan pembicaraan dengan Qureshi tepat sebelum pembicaraan damai dengan pemerintah boneka Afghanistan dimulai di Doha, Qatar.



Taliban juga akan terus melakukan konsultasi internal dengan para pemimpin dan pemain kunci lainnya selama jeda pembicaraan damai tersebut. Sebelumnya, Taliban telah mencapai kesepakatan tentang aturan dasar prosedural bulan ini dan akan beristirahat hingga tanggal 5 Januari tahun depan.



Sementara itu, pemerintah boneka Afghanistan yang semakin terdesak terus menyerukan agar gencatan senjata menjadi agenda utama yang tentu saja ditolak dengan tegas oleh Taliban. Taliban menyatakan hal itu harus dibahas nanti.



Dilansir dari Sindonews (17/12), sumber politik Taliban mengatakan bahwa mereka akan mengangkat masalah meningkatnya kekerasan dengan para pemimpin militer mereka selama pertemuan kepemimpinan mereka.



Menurut salah satu sumber, mereka tidak akan meminta serangan dihentikan sepenuhnya tetapi menjelaskan masalah dan menyarankan agar serangan itu lambat. Hal itu membuat kedudukan pemerintah boneka tetap rapuh.



Berkurangnya dukungan dari induk semangnya, yaitu penjajah AS, membuat pemerintah boneka terus didikte oleh Taliban dan akan segera hapus dari Afghanistan.



(pdlabs)



Leave a Comment



euforia emas
berita dunia islam terbaru