Kamis, 2 April 2026

diplomasi


Ledakan Libanon: Imarah Islam Sampaikan Pesan Belasungkawa

Imarah Islam Afghanistan turut berduka-cita atas peristiwa ledakan yang terjadi di Libanon yang memakan korban jiwa setidaknya 78 orang dan sekitar 4000 orang terluka.

putra dirgantara 2020-08-06
ledakan libanon

Ilustrasi helikopter memadamkan api di lokasi ledakan di pelabuhan ibukota Libanon, Beirut pada 4 Agustus 2020. (Foto: Wikipediang Tagalog)

GARDANASIONAL.COM, JAKARTA — Imarah Islam Afghanistan turut berduka-cita atas peristiwa ledakan yang terjadi di Libanon yang memakan korban jiwa setidaknya 78 orang dan sekitar 4000 orang terluka dengan menyampaikan pesan belasungkawa kepada masyarakat, pemerintah dan seluruh rakyat Libanon pada umumnya.



Dilansir dari Alemarah (06/08), Imarah Islam menyatakan sangat sedih mengetahui bahwa ledakan besar yang disebabkan oleh gudang bahan peledak di ibu kota Libanon, Beirut, telah menewaskan puluhan warga sipil Libanon, melukai ratusan lainnya dan menyebabkan kerusakan dan kehancuran yang parah.



"Imarah Islam berbagi duka cita rakyat Libanon, menyampaikan belasungkawa yang tulus dan berharap kesabaran atas keluarga yang berduka." bunyi pernyataan tersebut.

Dalam pesan tersebut, Imarah Islam juga berharap agar peristiwa tragis seperti itu dapat dicegah dan masyarakat Libanon serta pemerintah dapat bekerja sama untuk memberikan bantuan yang komprehensif kepada keluarga yang terkena dampak ledakan bom tersebut.



Korban terus meningkat



Dilansir dari Islam Pos (06/08), korban jiwa dari ledakan dahsyat di ibukota Libanon tersebut terus meningkat hingga menjadi 135 orang dan sekitar 5000 orang luka-luka.

Ledakan tersebut disinyalir menjadi ledakan terkuat di Beirut dalam beberapa tahun terakhir yang membuat tanah berguncang seperti ledakan bom atom, menghancurkan ratusan ribu rumah warga dan jendela-jendela kaca pecah dalam radius beberapa mil dari pusat ledakan.



Sementara itu, investigasi awal terhadap ledakan tersebut mengungkap adanya 2750 ton ammonium nitrat yang disimpan selama enam tahun di pelabuhan tanpa standar keamanan menjadi penyebab ledakan tersebut.



(pdlabs)



Leave a Comment




berita dunia islam terbaru