Internasional
Amerika Bakal Keluar dari Perjanjian Nuklir dengan Rusia, Bakal Perang?
Amerika akan menarik dari dari perjanjian nulir dengan Rusia, setelah menuduh Moskow menggunakan nuklir tersebut.
Garda Nasional, Washington DC - Washington menuding Moskow telah melanggar perjanjian kontrol senjata era Perang Dingin. Akibatnya Amerika Serikat (AS) dilaporkan bersiap untuk menarik diri dari perjanjian tersebut.
Seperti dirilis The New York Times, penasihat keamanan nasional Gedung Putih, John Bolton, berencana memperingatkan Presiden Rusia, Vladimir Putin tentang niat AS atas Perjanjian Penggunaan Tenaga Nuklir untuk Senjata Jarak Menengah tahun 1987, yang dikenal sebagai INF.
"Bolton, yang melakukan perjalanan ke Moskow pada 20 Oktober, akan memberikan pesan itu kepada Putin secara langsung," tulis Times, Senin (22/10/2018).
Menurut Bolton, tidak ada keputusan akhir yang dibuat saat menarik diri dari perjanjian INF. Meski begitu, Donald Trump telah menyuarakan keraguan tentang hal itu, dan perjanjian kontrol senjata lainnya, di masa lalu.
Sementara itu media Inggris, The Guardian, melaporkan bahwa Bolton telah mengeluarkan rekomendasi untuk penarikan, dan pertemuan Gedung Putih secara khusus membahas pertanyaan itu. Para pejabat AS juga telah memberi pengarahan kepada sekutu Eropa minggu tentang penarikan diri itu.
Dikethaui, pada tahun 2014, Washington secara terbuka menuduh Moskow mengembangkan rudal jelajah yang diluncurkan dari daratan yang oleh pejabat AS dikatakan melanggar langsung perjanjian tahun 1987. Departemen Luar Negeri AS kemudian mengatakan Moskow mulai menyebarkan rudal itu.
Rusia telah berulang kali membantah tuduhan AS, dan sebaliknya menuduh beberapa elemen sistem pertahanan rudal AS di Eropa melanggar perjanjian.
Perjanjian itu, yang ditandatangani oleh Presiden AS Ronald Reagan dan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev, adalah perjanjian kontrol senjata pertama yang menghapuskan seluruh kelas rudal.
nuklir

