Ahad, 12 Juli 2020

afghanistan


Pembunuhan George Floyd: Potret Diskriminasi Rasial Penjajah AS

Pembunuhan George Floyd yang dilakukan oleh polisi negara bagian Minneapolis, Amerika Serikat menunjukkan praktek diskriminasi rasial yang masih berlangsung di negara penjajah tersebut yang membuat miris semua orang di seluruh dunia.

putra dirgantara 2020-06-11
pembunuhan george floyd

Potret mural George Floyd untuk mengenang kematian George Floyd. (Foto: Wikimedia)

GARDANASIONAL.COM, JAKARTA — Pembunuhan George Floyd yang dilakukan oleh polisi negara bagian Minneapolis, Amerika Serikat menunjukkan praktek diskriminasi rasial yang masih berlangsung di negara penjajah tersebut yang membuat miris semua orang di seluruh dunia.



Tragedi ini seolah menampar muka penjajah yang selama ini selalu berlagak seperti polisi dunia dan berkampanye tentang penegakan HAM di seluruh dunia. Namun, apa lacur, pelanggaran HAM justru terjadi di negara yang kerap mempropagandakan penegakan HAM ke seluruh negara jajahannya tersebut.



Di sisi lain, diskriminasi rasial yang masih terjadi di Amerika Serikat merupakan kelanjutan dari persoalan perbudakan yang belum tuntas dan mengakibatkan perang saudara berkepanjangan di masa lalu. Sekarang, meskipun perang saudara tersebut telah berhenti dan perbudakan telah dihapuskan di seantero negeri, Amerika masih menyimpan bara dalam sekam yang sewaktu-waktu bisa menyala dan membakar seperti saat ini.



Diskriminasi yang dialami kaum minoritas sebenarnya tidak hanya terjadi di Amerika saja, tapi juga terjadi pada kaum minoritas lain yang sedang terjajah seperti di Palestina.



Mengapa demikian? Karena negara penjajah sudah pasti selalu memperlakukan warga koloni atau jajahannya secara tidak adil dan diskriminatif. Warga koloni dan jajahan sering dianggap hanya sebagai warga kelas dua atau bahkan tidak dianggap sebagai manusia sama sekali yang kehormatannya harus dilindungi.



Inilah yang terjadi terhadap George Floyd yang diperlakukan hampir seperti binatang, tidak ada rasa kasihan meskipun ia sudah memohon agar dilepaskan dari tekanan lutut pada lehernya karena ia tidak bisa bernapas. Lalu, beberapa saat kemudian ia dalam kondisi kritis dan meninggal sekitar satu jam kemudian.



Diskriminasi yang dilakukan penjajah AS tersebut seolah-olah menganggap warga kulit hitam sebagai warga kelas dua yang hak hidupnya tidak perlu dilindungi. Ini disebabkan karena adanya ideologi White Supremacy yang menganggap bangsa kulit putih lebih mulia dari bangsa berkulit hitam tersebut.



Ideologi ini yang menyebar di kalangan warga kulit putih meskipun sudah ada pernyataan kesejajaran semua manusia dalam piagam-piagam buatan hasil olah pikir mereka. Namun, apalah daya jika piagam-piagam tersebut hanya dijadikan slogan-slogan semata.



Padahal, dibalik piagam-piagam yang mereka propagandakan tersebut, kesejajaran semua manusia yang mereka dengungkan masih mentah karena pada prakteknya mereka masih menganggap diri mereka lebih mulia dibandingkan bangsa lain.



Maka, kampanye demokrasi dan penegakkan HAM yang mereka lakukan hampir seperti makanan basi yang disajikan kepada negara-negara jajahan mereka seperti Irak dan Afghanistan. Lalu, bagaimana mereka memaksakan makanan basi tersebut kepada negara jajahannya, sementara mereka sendiri tidak pernah mau memakannya?



Oleh karena itu, demokrasi dan penegakkan HAM yang mereka kampanyekan dengan senjata tersebut tidak lain adalah tipu daya orang-orang kafir untuk melawan Islam yang sudah sejak empat belas abad yang lalu menegakkan kesetaraan antar manusia.



Sejarah telah membuktikan bagaimana Bilan bin Rabah yang berkulit hitam begitu dimuliakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi wasallam dengan mengangkatnya sebagai muadzin. Bahkan dalam salah satu riwayat diceritakan bahwa Bilal bin Rabah adalah salah satu sahabat yang akan masuk surga.



Inilah alasan mengapa kampanye penegakkan HAM oleh negara-negara Barat terasa seperti makanan basi karena Islam telah memulainya jauh sebelum mereka mengenal kebebasan dan kemerdekaan ketika mereka masih diselimuti kebodohan pada masa abad kegelapan (Dark Age).



(pdlabs)



Tags

Leave a Comment



berita dunia islam terbaru