opini
Lonjakan Korban Sipil adalah Tanggung Jawab Penjajah AS
Para penjajah asing berpura-pura tidak berkontribusi dalam kejahatan mengerikan terhadap kemanusiaan ini tetapi secara praktis, para penjajah AS berada di garis depan dengan boneka-bonekanya dalam setiap kejahatan.
GARDA NASIONAL, JAKARTA — Meskipun, penjajah AS mengklaim telah menyerahkan tugas perang di Afghanistan kepada boneka mereka yang melakukan operasi malam di desa-desa dengan nama memerangi Taliban, tanpa pandang bulu mengebom dan menyerang warga negara biasa, madrasah, sekolah, klinik, toko, pasar dan bangunan umum lainnya.
Para penjajah asing berpura-pura tidak berkontribusi dalam kejahatan mengerikan terhadap kemanusiaan ini tetapi secara praktis, para penjajah AS berada di garis depan dengan boneka-bonekanya dalam setiap kejahatan.
Beberapa hari yang lalu musuh membombardir sebuah kompleks di daerah Dand Shahbuddin di provinsi Baghlan di mana mereka membunuh semua tujuh anggota keluarga termasuk wanita dan anak-anak.
Ini diikuti oleh syahid 9 warga sipil tak berdosa di distrik Shindand di provinsi Herat, kemudian menyerang sebuah klinik di daerah Tangi, distrik Daymardad, provinsi Wardak, kemudian syahid dari 4 pasien serta kesyahidan yang disengaja dari 14 warga desa di distrik Jaghatu, provinsi Wardak, kemudian pengeboman di distrik Gizab, provinsi Uruzgan di mana 35 warga negara biasa termasuk anggota keluarga mantan gubernur menjadi syuhada dan baru-baru ini, pengeboman sebuah masjid di daerah Kamal Khel kota Logar di mana 15 jamaah syahid dan banyak insiden serupa yang telah dilakukan langsung oleh penjajah AS dengan bantuan boneka mereka.
Ini menunjukkan bahwa penjajah AS telah beralih ke pembunuhan massal di negara Afghanistan.
Mereka berpura-pura seolah-olah semua kejahatan ini telah dilakukan oleh pasukan rezim Kabul tetapi faktanya penjajah Amerika dan kontraktor Blackwater mereka terlibat langsung dalam pembunuhan berdarah dingin terhadap warga negara kita yang tak berdaya dengan dukungan boneka-boneka domestik mereka.
Penjajah asing harus membedakan antara pejuang perang dan pembantaian warga sipil biasa, sebuah kejahatan yang tak termaafkan terhadap kemanusiaan. Mereka tidak pernah dapat dibebaskan dari tanggung jawab ini dan sejarah akan meminta pertanggungjawaban mereka atas kejahatan mereka.
Komunitas internasional, organisasi kemanusiaan dan media harus mengangkat suara mereka terhadap kejahatan yang sedang berlangsung dari penjajah AS dan boneka mereka di Afghanistan dan memenuhi kewajiban mereka untuk menyelamatkan nyawa warga sipil yang tidak berdaya.
(alemarah)
korban sipil penjajah as afghanistan

