Senin, 27 April 2026

opini


Larinya AS dari Perjanjian Berarti Melarikan Diri dari Perdamaian

Dia menyebut pelarian Amerika dari perjanjian sebagai pelarian dari perdamaian, menambahkan bahwa memperjuangkan kebebasan adalah hak hukum kita dan kita akan mencapai tujuan ini tidak peduli apa yang diperlukan, insya Allah.

Zabihullah Mujahid 2019-09-25
penjajah as

Ilustrasi Wakil Politik Imarah Islam Mullah Baradar Akhund didampingi oleh delegasinya.

GARDA NASIONAL, JAKARTA — Wakil Politik dan Kepala Kantor Politik Imarah Islam Afghanistan, Mullah Baradar Akhund yang terhormat, didampingi oleh delegasinya sekali lagi berpartisipasi dalam pertemuan khusus dengan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok, Tn. Luo Zhaohui, Perwakilan Khusus Tiongkok untuk Afghanistan, Deng Xijun, bersama dengan delegasi mereka jam sore hari ini.



Para direktur dari berbagai departemen di Kementerian Luar Negeri Cina juga ikut serta dalam pertemuan tersebut.



Kedua belah pihak berbicara tentang proses perdamaian Afghanistan dan mundurnya Amerika dari perjanjian damai.



Luo menghargai dan mendukung posisi Imarah Islam sehubungan dengan penyelesaikan perjanjian untuk resolusi damai masalah Afghanistan dan menganggapnya sebagai dasar yang baik untuk menemukan solusi bagi masalah Afghanistan.



Luo menambahkan bahwa Tiongkok berupaya memainkan peran positif untuk kelanjutan proses negosiasi.



Demikian pula, Mullah Baradar Akhund mengatakan bahwa baik orang-orang Cina dan Afghanistan memiliki hubungan bersejarah di antara mereka.



Dia menyebut pelarian Amerika dari perjanjian sebagai pelarian dari perdamaian, menambahkan bahwa memperjuangkan kebebasan adalah hak hukum kita dan kita akan mencapai tujuan ini tidak peduli apa yang diperlukan, insya Allah.



Lebih jauh Mullah Baradar mengatakan bahwa semua negara di dunia harus memberikan dukungan etis dan politis kepada rakyat kita dalam mengejar hak mereka.



(alemarah)



Leave a Comment




berita dunia islam terbaru