kejahatan perang
Agresi AS: Warga Sipil Derita Kerugian Besar
Penjajah melecehkan dan memukuli warga sipil yang tak berdaya, merampok kekayaan dan barang berharga mereka selain mengambil banyak tahanan desa.
GARDA NASIONAL, JAKARTA - Para agresor AS dan boneka-bonekanya memaksa masuk ke rumah-rumah warga sipil ketika mereka meledakkan gerbang rumah mereka dengan bom di distrik Imam Sahib di utara provinsi Kunduz malam itu.
Penjajah melecehkan dan memukuli warga sipil yang tak berdaya, merampok kekayaan dan barang berharga mereka selain mengambil banyak tahanan desa.
Dalam episode yang sama, musuh bersama itu dengan brutal menerobos masuk ke rumah-rumah warga sipil di distrik Zurmat di provinsi Paktia, secara brutal membunuh seorang warga desa miskin yang menderita kelumpuhan dan menculik beberapa penduduk desa lagi dari rumah mereka.
Sedihnya, para teroris AS dan boneka-boneka mereka membunuh 6 warga sipil termasuk 2 gadis dan 2 dokter dan seorang lelaki tua dalam serangan berdarah dingin yang merupakan tindakan terorisme yang tidak manusiawi di tengah agresi malam hari di ibukota provinsi provinsi Ghazni.
Sesuai perinciannya, pesawat tak berawak AS menargetkan rumah warga sipil, mensyahidkan seorang Imam, Maulana Ahmad dan 2 putrinya di kota Ghazni, ibukota provinsi dengan nama yang sama kemarin malam, sementara Abdul Hadi, warga sipil lain juga tewas syahid dalam serangan drone di distrik Shalgar provinsi itu tadi malam.
Demikian juga, Dr. Gul Ahmad dan Dr. Musa Khan juga secara brutal menjadi syuhada dalam serangan pesawat tak berawak AS di distrik Shalgar di provinsi tersebut.
Warga sipil sangat mengutuk kesyahidan 2 dokter dan melihat kejahatan keji itu sebagai tindakan teror oleh penjajah AS.
Pertemuan untuk Promosi Pendidikan
Sementara itu, menurut laporan, pejabat komisi Imarah Islam untuk pembelajaran, pelatihan dan pendidikan tinggi telah mengadakan pertemuan yang brilian di daerah Todank distrik Farah Rod.
Rincian mengatakan, seminar yang dihadiri oleh para ulama, tetua suku dan muslim biasa dimulai dengan pembacaan Al-Quran dan diikuti dengan ceramah-ceramah para ulama terkenal tentang pentingnya, perlunya pendidikan dan masalah sosial serupa lainnya.
Pertemuan itu berakhir pada siang hari dengan doa untuk Islam dan muslim.
(alemarah)
agresi as warga sipil as dan boneka

