kejahatan perang
Penjajah AS Hancurkan Madrasah di Wardak, 7 Siswa Syahid
Dalam penggerebekan itu dilaporkan 7 siswa yang tidak bersalah dibunuh dengan kejam oleh musuh, sedangkan siswa lain dipukuli secara brutal dan disiksa.
GARDA NASIONAL, JAKARTA - Penjajah AS dan tentara bayaran domestiknya tampaknya tidak ingin menghentikan kebiadabannya terhadap rakyat Afghanistan. Para anjing kapitalisme itu terus-menerus menindas dan menyengsarakan kehidupan rakyat Afghanistan dan merampas kehidupan anak-anak Afghanistan.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa penjajah Amerika Serikat dan tentara bayaran domestiknya telah menghancurkan sebuah madrasah di Wardak yang merenggut korban 7 siswa madrasah tersebut yang memperoleh syahid dan menjadi syuhada karena kebiadaban penjajah dan antek-anteknya.
Rincian menyebutkan, penjajah Amerika Serikat dan tentara bayaran domestik mereka melakukan penggerebekan terhadap madrasah ‘Chilgaziyano’ untuk anak-anak di bawah umur yang terletak di lembah Neik Piekol di distrik Chak, Maidan Wardak dalam serangkaian kejahatan perang dan kebiadaban yang berkelanjutan.
Dalam penggerebekan itu dilaporkan 7 siswa yang tidak bersalah dibunuh dengan kejam oleh musuh, sedangkan siswa lain dipukuli secara brutal dan disiksa. Peristiwa biadab itu terus berlanjut dengan sebagian besar bangunan madrasah dihancurkan dengan bahan peledak.
Akibatnya, sejumlah rumah yang berdekatan juga ikut rusak karena ledakan tersebut dan semua barang berharga dan perhiasan dijarah. Laporan juga menyebutkan bahwa 4 warga negara tak berdosa dari desa tersebut dipukuli dan diculik.
Mujahidin rebut distrik Maruf
Kabar kemenangan datang dari distrik Maruf di mana dilaporkan bahwa distrik Maruf jatuh ke mujahidin dan menimbulkan kerugian besar terhadap pasukan penjajah.
Laporan menyebutkan, dalam seragkaian operasi di tengah-tengah Operasi Al-Fath yang sedang berlangsung, mujahidin melakukan serangan terkoordinasi terhadap pusat administrasi distrik yang baru di distrik Maruf tadi malam yang sebelumnya dikuasai oleh mujahidin tahun lalu.
"Menurut perincian, pada awalnya sebuah kendaraan berisi bahan peledak diledakkan di dalam pusat distrik tersebut dan diikuti oleh serangan mujahidin, mengalahkan kantor pusat distrik tersebut dan 3 pos pemeriksaan defensifnya." urai laporan tersebut.
Dilaporkan juga bahwa serangan tersebut menewaskan 57 personil boneka termasuk kepala polisi dan wakilnya serta menangkap 11 orang lainnya. Seiring dengan penangkapan 11 pasukan boneka tersebut, mujahidin berhasil menyita 5 tank, 3 pickup ranger dan sejumlah rampasan perang yang cukup besar.
Sementara itu, 3 mujahidin dilaporkan terluka selama operasi tersebut.
3 pos direbut di utara Afghanistan
Dalam lanjutan kemenangan dan kejayaan operasi Al-Fath yang terus berlangsung di seantero negeri dilaporkan bahwa mujahidin Imarah Islam berhasil menguasai 3 pos militer di distrik Nahrin provinsi Baghlan utara tadi malam.
Rincian menyebutkan, sebanyak 28 personel militer boneka tewas dan 12 lainnya luka-luka, sedangkan mujahidin berhasil merebut 16 mesin Kalashnikov, senapan mesin berat 1 PK, 2 roket RPG, dan amunisi dari kepemilikan pasukan boneka sebagai rampasan perang.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa salah satu pendiri milisi Arbaki ada di antara korban yang tewas dalam operasi itu. Laporan lain juga menyebutkan bahwa 9 personil militer boneka terbunuh dan 14 lainnya terluka di provinsi-provinsi Balkh, Badakhshan dan Kunduz selama 48 jam terakhir.
(pdlabs)
penjajah as siswa syahid rakyat afghanistan

