Kamis, 28 Mei 2026

editorial


Jihad Afghanistan, Mercusuar Jihad Dunia Islam

Jihad Afghanistan dapat diibaratkan sebagai cahaya yang menyinari dunia Islam dan mengusir segala kabut dan kegelapan yang menyelimuti dunia Islam.

putra dirgantara 2020-01-02
jihad afghanistan

Ilustrasi mujahidin Afghanistan di Shultan Valley, Kunar, Oktober 1987. (Foto: Flickr)

GARDA NASIONAL, JAKARTA — Kemenangan jihad yang berlangsung di Afghanistan merupakan sebuah fakta yang mencengangkan dunia, terutama dunia Islam pada khususnya. Sebelumnya, perjuangan umat Islam di seluruh dunia dalam menegakkan Islam selalu menemui jalan buntu atau kegagalan yang menyakitkan.



Namun, fakta bahwa bangsa Islam Afghanistan dapat bertahan melawan pasukan penjajah sekutu NATO dan Amerika Serikat dengan jihad fi sabilillah telah memunculkan harapan baru bagi penegakkan suatu daulah yang berdasarkan kepada syariah Islam.



Hal ini membuat jihad Afghanistan menjadi mercusuar jihad yang menyinari dan memuliakan seluruh dunia Islam. Jihad Afghanistan dapat diibaratkan sebagai cahaya yang menyinari dunia Islam dan mengusir segala kabut dan kegelapan yang menyelimuti dunia Islam.



Kemenangan jihad Afghanistan juga semakin mempertegas solusi jihad bagi dunia Islam, bahwa jihad adalah satu-satunya cara yang ampuh untuk menegakkan Islam. Selain itu, kemenangan ini juga seakan menampar wajah kaum munafik yang berasal dari internal dunia Islam itu sendiri.



Siapa mereka? Yaitu orang-orang yang mengaku beragama Islam, namun berpihak kepada kaum kuffar dengan mendukung demokrasi dan menghalangi penegakkan syariah Islam di negara mereka masing-masing.



Tetapi, jika kita meneliti sejarah bangsa Islam Aghanistan sendiri, maka kemenangan jihad global di Afghanistan bukanlah suatu fakta yang sangat mengherankan. Hal ini disebabkan karena bangsa Islam Afghanistan adalah suatu bangsa yang sudah terbiasa melawan imperium-imperium besar di dunia.



Sebelumnya, Kerajaan Inggris dan imperium Uni Soviet juga takluk di tangan bangsa Islam Afghanistan dan mundur teratur dari bumi jihad Afghanistan. Oleh karena itu, Afghanistan sering dijuluki sebagai kuburan para imperium atau ‘Graveyard of Empires’.



Refleksi Jihad Afghanistan bagi bangsa Islam di Indonesia



Bangsa Islam di Indonesia juga telah mengalami perjuangan menegakkan Islam di bumi jihad Indonesia. Dalam sejarahnya, bangsa Islam di Indonesia telah berusaha menegakkan Islam melalui dua jalur perjuangan, yaitu melalui parlemen dan iman, hijrah dan jihad fi sabilillah (Abu Rusydan).



Pada saat itu, perjuangan bangsa Islam di Indonesia melalui parlemen dipimpin oleh partai Masyumi di Badan Konstituante Republik Indonesia. Sedangkan perjuangan melalui iman, hijrah dan jihad fi sabilillah dipimpin oleh Kartosuwiryo dengan mendirikan Negara Islam Indonesia.



Namun, keduanya mengalami kegagalan yang menyakitkan. Menariknya, model perjuangan melalui iman, hijrah dan jihad fi sabilillah yang dipimpin oleh Kartosuwiryo sangat mirip dengan jihad bangsa Islam di Afghanistan. 



Oleh karena itu, model jihad bangsa Islam Afghanistan dapat dijadikan sebagai refleksi perjuangan iman, hijrah dan jihad fi sabilillah bangsa Islam di Indonesia ke depan. Hal ini disebabkan karena jihad bangsa Islam di Afghanistan saat ini adalah model perjuangan menegakkan Islam yang paling berhasil di zaman modern.



Bangsa Islam di Indonesia dapat meniru dan meneladani faktor-faktor keberhasilan jihad bangsa Islam di Afghanistan, kemudian memodifikasinya sesuai dengan karakter dan medan jihad bangsa Islam di Indonesia.



Dengan mempelajari dan menerapkan model jihad bangsa Islam Afghanistan tersebut di Indonesia diharapkan Islam kembali tegak di bumi jihad Indonesia seiring dengan tumbangnya rezim thagut sesuai dengan nubuwwah kenabian, insya Allah.



(pdlabs)



Leave a Comment




berita dunia islam terbaru