diplomasi
Gencatan Senjata Hanya Ketika AS Umumkan Jadwal Keluar
Juru bicara Taliban mengatakan kantor politik di Doha mampu menegakkan gencatan senjata di seluruh Afghanistan.
GARDA NASIONAL, JAKARTA - Seorang pejabat Taliban pada hari Selasa dengan tegas mengesampingkan gencatan senjata langsung di Afghanistan, tetapi mengatakan itu mungkin setelah penarikan pasukan asing.
"Kantor politik di Doha mampu membuat gencatan senjata di seluruh negeri. Tetapi kebijakan kami adalah bahwa semua pasukan asing harus meninggalkan Afghanistan dan untuk itu kami mengadakan pembicaraan dengan Amerika," kata juru bicara Taliban Mohammad Suhail Shaheen kepada Anadolu Agency pada sebuah wawancara eksklusif.
Dia mengatakan setelah pengumuman jadwal penarikan pasukan asing, Afghanistan akan duduk bersama untuk menyusun agenda yang disepakati bersama.
"Ketika ada pengeboman, ketika ada serangan malam, ketika negara itu diduduki, bagaimana gencatan senjata bisa terjadi?" tanya Shaheen.
Shaheen, mengatakan delegasinya ke Moskow untuk menghadiri pertemuan, menandai ulang tahun keseratus hubungan antara Afghanistan dan Rusia. Dia menambahkan bahwa tidak ada rencana untuk mengadakan pembicaraan dengan perwakilan pemerintah Afghanistan di sela-sela pertemuan.
"Pertemuan ini bukan tentang dialog intra-Afghanistan, ini tentang perayaan 100 tahun hubungan antara kedua negara. Ini adalah konteksnya. Pertemuan ini hanya tentang hubungan antara kedua negara - Rusia dan Afghanistan - untuk membahas pasang surut hubungan mereka, dan tentang harapan kita akan hubungan baik di masa depan dengan Rusia, "katanya.
Ditanya tentang pembicaraan antara kelompoknya dan pemerintah Afghanistan, Shaheen mengatakan warga Afghanistan akan duduk bersama, hanya setelah penarikan pasukan asing. Dia mengatakan terserah orang Afghanistan untuk memutuskan siapa yang harus dimasukkan dalam pertemuan itu.
"Kami sedang berbicara dengan warga Afghanistan tetapi tidak dengan pemerintah Afghanistan dan itu didasarkan pada kebijakan kami karena negara itu masih diduduki. Dan jadwal penarikan pasukan asing belum diumumkan. Ketika diumumkan, maka kami akan berbicara dan duduk bersama dengan orang Afghanistan dan memutuskan tentang masa depan, "katanya.
Mohammad Suhail Shaheen juga menambahkan bahwa Taliban berharap kemajuan dalam mencapai perdamaian di Afghanistan.
"Kami melihat beberapa kemajuan dalam mencapai perdamaian. Kami dapat mengatakan kami berharap dan mengharapkan untuk mencapai perdamaian berkelanjutan di Afghanistan. Itulah mengapa kami berbicara dengan orang Amerika."
Juru bicara Taliban menggambarkan pertemuan terakhir dengan lawan bicara "bermanfaat".
Dia mengatakan pertemuan Selasa di Moskow adalah kesempatan bagi warga Afghanistan untuk duduk bersama dan bertukar pandangan tentang masa depan Afghanistan dalam rangka menyelesaikan krisis dan mengatasi masalah-masalah Afghanistan.
Pada 28 Mei Rusia dan Afghanistan merayakan ulang tahun keseratus hubungan antara kedua negara. Moskow menggunakan kesempatan itu untuk mengatur pertemuan informal antara berbagai pihak Afghanistan yang bertujuan mendorong proses perdamaian.
Sumber: Anadolu Agency
taliban gencatan senjata afghanistan

