Selasa, 21 April 2026

afghanistan


Imarah Islam Dukung Pembangunan Afghanistan Modern

Di bawah kepemimpinan Imarah Islam Afghanistan, rakyat Afghanistan menerima pelayanan masyarakat yang telah diakui di berbagai bidang.

putra dirgantara 2020-01-09
afghanistan modern

Tangkapan layar ilustrasi rekonstruksi jalan di distrik Al-Fath, Saripul, Afghanistan. (Sumber: alemarah)

GARDA NASIONAL, JAKARTA — Kebangkitan Imarah Islam Afghanistan di bawah bendera Taliban ternyata membawa dampak positif terhadap pembangunan fisik dan mental Afghanistan modern. 



Hal ini disebabkan karena korupnya pemerintahan boneka Afghanistan di bawah penjajah Amerika Serikat yang sudah menjadi rahasia umum di seluruh dunia.



Imarah Islam Afghanistan memanfaatkan situasi tersebut dengan terus melakukan pelayanan masyarakat secara aktif termasuk di bidang administratif, pendidikan dan pekerjaan umum. 



Hal ini semakin meningkatkan citra positif Imarah Islam Afghanistan di mata dunia sebagai pembela dan pembebas Afghanistan.



Sebelumnya, kemampuan Taliban dalam menjalankan roda pemerintahan untuk melayani masyarakat Islam dan membangun Afghanistan modern dipertanyakan oleh banyak pihak di seluruh dunia.



Berbagai media mainstream menuding Taliban hanyalah sekumpulan milisi yang jago berperang, namun tidak mampu menjalankan roda pemerintahan untuk melayani masyarakat dan menciptakan Afghanistan yang lebih baik.



Namun, fakta berbicara lain di mana Taliban dengan pemerintahan resminya, Imarah Islam Afghanistan telah membuktikan bahwa mereka memang layak diperhitungkan sebagai pemimpin bangsa Islam Afghanistan yang sejati.



Di bawah kepemimpinan Imarah Islam Afghanistan, rakyat Afghanistan menerima pelayanan masyarakat yang telah diakui di berbagai bidang.



Dilansir dari matamatapolitik.com, Taliban menguasai sekitar 61 persen distrik dari 387 distrik di 34 provinsi di Afghanistan dan mengoperasikan “komisi” —yang sekaligus mempengaruhi departemen-departemen pemerintah— di tingkat provinsi.



Selain itu, beberapa dari mereka juga mempertahankan kehadiran di tingkat distrik. Misalnya, Rahm Dil, seorang uluswal, atau administrator distrik yang ditempatkan Taliban untuk wilayah Chapa Dara, provinsi Kunar, Afghanistan.



Rahm Dil bertanggung-jawab mengadili perselisihan di antara warga sipil sambil memimpin pasukan tempur sekitar 50 orang, meskipun ia dapat meminta lebih banyak kekuatan jika diperlukan.



Orang-orang yang terlibat dalam sengketa pidana atau perdata akan menghadap ke Rahm Dil terlebih dahulu. Jika ia dapat menawarkan solusi adil yang dapat diterima oleh kedua belah pihak, perselisihan tidak akan berlanjut.



Dengan demikian, Rahm Dil menjalankan fungsi kuasi-yudisial di bawah pemerintahan Imarah Islam Afghanistan seperti yang dilakukan oleh pemerintahan boneka Afghanistan yang didukung oleh penjajah Amerika Serikat.



Menurut Michael Semple (World Politics Review), para pengkritik Taliban bahkan mengakui bahwa sistem penyelesaian sengketa ini lebih efisien, menghilangkan kebutuhan akan suap atau prosedur banding yang panjang.



Pelayanan Publik Imarah Islam Afghanistan



Imarah Islam Afghanistan juga telah berusaha menyediakan pelayanan publik seperti pendidikan dan fasilitas umum bagi rakyat Afghanistan.



Dilansir dari alemarahenglish.com (7/1), dilaporkan bahwa Imarah Islam Afghanistan bersama dengan penduduk lokal di distrik Al-Fath, di utara provinsi Saripul melakukan rekonstruksi jalan sepanjang 20 km.



Imarah Islam Afghanistan juga membangun jembatan penting di distrik Kohistanat dan akan segera siap untuk digunakan oleh masyarakat setempat.



Selain itu dilaporkan bahwa Komisi Emirat Islam untuk Pendidikan dan Pembelajaran bekerja sama dengan penduduk setempat telah mendirikan sebanyak tujuh Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Dar al Hifaz) di distrik Tagab, Badakhshan.



Ketujuh lembaga pendidikan tersebut yaitu Dar-ul-Hifaz Mohammadia, Dar-ul-Hifaz Osmania, Dar-ul-Hifaz, Madrasa-e-Hazarat Ali, Madrasa-e- Khatam-un-Nabiyeen dan Dar-ul-Hifaz-e-Masaf bin Omair.



Institusi-institusi tersebut telah beroperasi secara fungsional dengan ratusan siswa saat ini menerima pendidikan Islam selain mempelajari Al-Quran.



Dalam laporan lainnya dari utara provinsi Baghlan, Komisi Rekrutmen & Retensi Imarah Islam memiliki majalah, kalender, buku gratis yang dibagikan di antara orang-orang di berbagai distrik di utara provinsi Baghlan.



(pdlabs)



Leave a Comment




berita dunia islam terbaru