Senin, 27 April 2026

opini


Laporan SIGAR Terbaru dan Realitas Pemerintahan Kabul

Laporan ini mengkonfirmasi dan menguatkan sikap Imarah Islam tentang pemerintah Kabul menjadi budak yang tidak berdaya dari AS.

alemarah 2019-06-28
sigar afghanistan

Ilustrasi SIGAR Roundtable Meeting.

GARDA NASIONAL, JAKARTA - Dalam laporannya baru-baru ini, Special Inspector General for Afghanistan Reconstruction (SIGAR) mengungkapkan bahwa penjajah asing tidak memberi para pejabat Kabul partisipasi dalam keputusan penting yang berkaitan dengan keamanan.



Sebaliknya, pejabat tinggi Kabul dan orang-orang dari pasukan keamanan hanya akan diberi instruksi dan perintah. Mereka tidak akan dikonsultasikan untuk rencana apa pun dan hanya menerima perintah untuk melaksanakan skema penjajah Afghanistan.



Dengan kata lain, mereka digunakan terhadap rakyat mereka sendiri dengan cara yang paling memalukan.



Laporan SIGAR yang kuat tersebut didasarkan pada informasi seorang mantan jenderal. Menurut laporan itu, dana yang ditugaskan untuk sektor keamanan di Afghanistan tidak disediakan dan juga tidak ada pengaturan untuk pengawasan mereka.



Laporan SIGAR juga menyebutkan bahwa Departemen Pertahanan Amerika sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri pelatihan untuk angkatan udara dari pemerintahan pengkhianat setelah tahun 2020.



Laporan ini mengkonfirmasi dan menguatkan sikap Imarah Islam tentang pemerintah Kabul menjadi budak yang tidak berdaya dari AS.



Tidak ada keraguan bahwa mereka hanyalah boneka dari pendudukan AS yang menjadi dasar mengapa Imarah Islam telah menolak partisipasi mereka dalam pembicaraan damai atau terlibat dengan mereka dalam negosiasi langsung untuk solusi bagi sengketa Afghanistan.



Dan dapat dimengerti demikian, karena pemerintahan pembelot ini tidak berstatus untuk diakui di bidang politik maupun kemampuan di bidang militer.



Setelah laporan SIGAR, orang-orang ini harus merefleksikan posisi mereka. Berapa lama mereka akan membiarkan diri mereka digunakan secara tidak terhormat dan setelah itu dibuang untuk mengamankan kepentingan asing?



Mengapa mereka memiliki darah warga sipil tak berdosa di tangan mereka dalam perkelahian yang seharusnya melawan terorisme? Apakah perbudakan mereka telah mengakar begitu dalam hingga membuat mereka kehilangan akal sehat?



Adalah penting bahwa mereka menerima kebenaran dan melakukannya masih tetap relevan. Mereka harus meninggalkan permusuhan dengan Islam dan orang-orang mereka sendiri, dengan demikian menghindari kecaman baik di akhirat maupun catatan sejarah.



Sumber: Alemarah



Leave a Comment




berita dunia islam terbaru