Rabu, 29 April 2026

Nasional


Para Santri 'Wajib' Kembangkan Wawasan Kebangsaan

Para santri juga wajib kembangan wawasan kebangsaan selain ilmu agama. Tujuannya menjaga persatuan dan melindungi NKRI atas ancaman radikalisme dan terorisme.

Irfan Mualim 2018-10-24

Ketua Umum Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi), Ahmad Satori Ismail

Garda Nasional, Jakarta - Di era milinenial sekarang ini, pendidikan yang diajarkan para santri bukan hanya sekadar kewajiban untuk menguatkan akidah, ibadah, dan memperkokoh ahklak. Tetapi juga sudah dituntut agar dapat mengembangkan ilmu pengetahuan umum dan wawasan kebangsaan, dalam upaya menjaga persatuan dan melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman radikalisme dan terorisme.



Dengan memperdalam ilmu pengetahuan umum dan wawasan kebangsaan, para santri  harus bisa menjalankan kewajiban ikut mensejahterakan bangsa secara utuh. Sehingga masyarakat Indonesia bisa hidup bersama dan damai.



Ketua Umum Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi), Ahmad Satori Ismail menjelaskan, disinilah kematangan yang harus dicapai oleh para santri, mulai dari spiritual, sosial, intelektual dan lainnya.



"Kematangan bisa berbeda di dalam bermaghab, maupun dalam kehidupan. Kematangan itulah sehingga mampu menciptakan NKRI yang lebih kokoh,” katanya di Jakarta, Rabu (24/10/2018).



Dosen Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menambahkan, di Hari Santri Nasional (HSN) para santri juga harus  bisa mengembangkan diri dalam meneruskan estafet perjuangan jihad santri di masa lalu. Apalagi Indonesia adalah bangsa yang sejahtera, adil, makmur, hidupnya rukun, damai, sehingga menjadi bangsa yang besar. Dimana para ulama inilah yang membina santri dengan tulus ikhlas dan mau berjuang.



"Dari sinilah diharapkan para para santri bisa menghayati perjuangan para pendahulunya dan dapat menjadi penerus perjuangan untuk menjaga NKRI, dari berbagai macam ancaman seperti radikalisme, terorisme, separatisme dan sebagainya,” jelas Ahmad.



Menurutnya, dengan berkembangnya teknologi informasi yang sangat pesat, para santri juga dituntut mampu mengembangkan wawasan Islam yang moderat dan kebangsaan dalam rangka membangun NKRI. Sebab jika tidak mengikuti perkembangan di bidang teknologi informatika, tentunya para santri akan sangat tertinggal. Karena itu, dituntut pada para pengelola pesantren atau orang-orang yang menjadi tenaga pendidik agar dapat menyiapkan santri yang lebih melek dalam masalah teknologi ataupun informatika.



“Di era sekarang ini tentunya suatu hal yang wajib dilakukan para santri bahwa para santri harus bisa menguasai tekhnologi informasi dan lain sebagainya," imbuhnya.



Selain itu, ilmu pengetahuan umum juga harus diajarkan dalam kurikulum Pesantren. Karena pesantren jaman sekarang ini, tidak seperti pesantren tradisional pada masa dahulu, yang saat itu tidak mengajarkan pengetahuan umum.



Sehingga dengan mampu menguasai teknologi informasi dan pengetahuan umum, kedepannya para santri tidak hanya melakukan kegiatan di lingkungan pesantren dan masjid-masjid saja. Justru dituntut untuk bisa lebih dari itu.



“Tetapi para santri harus bisa berkiprah di dalam memperbaiki semua aspek bidang yang ada di negara ini baik dari aspek pendidikan, sosial, ekonomi, politik dan sebagainya," terangnya.



Terkait dengan maraknya berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian di media sosial, para santri harus bisa menjadi garda terdepan dalam mengkampanyekan perdamaian, melawan permusuhan, fitnah dan ujaran kebencian yang dapat merusak persatuan. Bahkan menjadi pioner menyampaikan masalah perdamaian negara, dan menyuarakan perdamaian di lingkungan masyarakat seluruhnya.



"Para santri harus bisa menjadi pioner dalam mengkampanyekan perdamaian, terutama melalui media sosial. Juga bisa melawan hoax dan ujaran kebencian, demi menjaga perdamian Indonesia," tegasnya.



Leave a Comment




berita dunia islam terbaru