Senin, 27 April 2026

Nasional


Kampus, Pintu Masuk Radikalisme

Perguruan tinggi diyakini sebagai pintu penting untuk menerima atau menangkal paham radikal.

Irfan Mualim 2018-10-13
radikalisme dan terorisme

Ilustrasi

Garda Nasional, Semarang - Pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam mencegah masuknya radikalisme. Sehingga kampus diyakini sebagai pintu penting untuk menerima atau menangkal paham radikal tersebut. Demikian diungkapkan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu di Semarang, Sabtu (13/10/2018).



"Generasi muda, khususnya kalangan mahasiswa, merupakan golongan yang masih dalam tahap pencarian jati diri," ujarnya.



Dalam tahapan pencarian jatidiri itu, kata dia, kalangan mahasiswa rawan menjadi korban infiltrasi paham-paham radikal dan terorisme yang didoktrin melalui pikiran. Sebab dari survei Wahid Foundation 2016, ada sekitar 11 juta atau 7,7% dari total penduduk Indonesia yang bersedia berpartisipasi dalam radikalisme. 



"Mahasiswa, termasuk di dalamnya," imbuh Rahayu.



Selain itu, berdasarkan survei Alvara, sekitar 18% mahasiswa ternyata setuju dengan khilafah sebagai bentuk pemerintahan yang ideal dibandingkan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Artinya, survei itu menunjukkan terbukanya potensi berkembangnya paham radikalisme dan terorisme terhadap kalangan muda sehingga perlu dilakukan antisipasi secara dini.



"Antisipasi sejak dini perlu dilakukan dengan pendekatan yang sistemik dan strategis melalui jalur dialog dan edukasi. Paham radikalisme harus dicegah bersama," jelasnya.



Menurutnya, pencegahan diri dari praktik paham negatif bisa dilakukan dengan penguatan kegiatan edukatif berbasis Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Tidak kalah penting, hubungan baik harus terus terjaga di kalangan kampus, baik antara senior dan junior, alumni, organisasi, serta orang tua mahasiswa.



Sehingga dengan kerukunan dan solidaritas kebangsaan terbangun antarsemua elemen, paham radikal tidak bisa dengan mudah masuk ke kalangan muda, termasuk mahasiswa. 



"Segala bentuk provokasi dan isu negatif sekecil apapun yang muncul harus segera diredam dan diluruskan. Ini peran kampus untuk melakukan antisipasi secara dini," tegasnya.



Leave a Comment




berita dunia islam terbaru