Ahad, 12 Juli 2020

nasional


Penanganan Virus Corona Pemerintahan Jokowi: Keteledoran yang Terus Dipelihara

Ini adalah beberapa dari sekian banyak keteledoran yang dipelihara oleh pemerintahan Jokowi dalam menangani wabah virus Corona. Indonesia sungguh darurat pemimpin.

putra dirgantara 2020-03-26
virus corona jokowi

Ilustrasi dampak virus Corona di seluruh dunia. (Photo: Markus Spiske from Pexels)

GARDANASIONAL.COM, JAKARTA — Publik tiba-tiba terhenyak ketika 2 orang positif terkena virus Corona karena tertular WNA asal Jepang. Kegagapan publik tersebut adalah wajar karena selama ini mereka selalu dininabobokan oleh pemerintah yang selalu menyangkal adanya penyebaran virus Corona di Indonesia.



Isu mengenai adanya penyebaran virus Corona di Indonesia merupakan hal yang sudah diduga banyak pihak, termasuk para ahli baik di dalam maupun  di luar negeri.



Prediksi mengenai hal tersebut adalah cukup wajar karena selama ini pemerintahan Jokowi menanggapi wabah virus Corona secara santuy, bahkan cenderung tidak peduli terhadap dampak penyebaran virus Corona yang terjadi di luar negeri.



Ada banyak kebijakan aneh pemerintahan Jokowi yang seolah tidak peka terhadap perkembangan virus Corona yang sedang terjadi di luar negeri. Ketidakpekaan dan sikap yang menganggap remeh tersebut berujung kepada meledaknya kasus positif COVID-19 dan banyaknya korban jiwa yang meninggal akibat infeksi virus tersebut.





Beberapa kabar yang beredar di media berita online seolah memberikan konfirmasi tentang lambannya penanganan wabah virus Corona oleh pemerintahan Jokowi.



Dilansir dari Tirto.id (23/03), Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar menilai upaya pemerintah Indonesia lamban karena terlalu menganggap enteng virus COVID-19. Hal ini terlihat dari sikap pemerintah ketika virus ini mulai merebak di Wuhan, Cina yang lebih mengedepankan gimmick populisme, seperti memulangkan WNI dari Cina.



Yang lebih mengherankan, bukannya mempersiapkan diri untuk melakukan mitigasi, pemerintahan Jokowi melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani justru lebih mengutamakan pencegahan kejatuhan perekonomian dari sektor pariwisata dengan memberlakukan diskon harga tiket pesawat pada 25 Februari 2020.



Seharusnya, dalam situasi pandemi seperti ini, pemerintah bisa mengantisipasi pandemi virus Corona ini dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, otoritas dan kelengkapan alat yang dimiliki.





Parahnya lagi, presiden Jokowi tidak memiliki ketegasan tentang bagaimana membuat masyarakat menjalankan instruksi-instruksi yang diperlukan dalam rangka menghambat penyebaran virus Corona tersebut dan memutus mata rantai penularannya.



Sebagai contoh, kebijakan social distancing yang diterapkan pemerintah hanya bersifat himbauan kepada masyarakat untuk menjaga jarak dan mengurangi aktifitas di luar rumah.



Padahal, dengan otoritas dan kewenangan yang dimiliki, kebijakan tersebut bisa diformulasikan dalam bentuk yang lebih tegas dan bukan hanya sekadar himbauan yang kurang memiliki kekuatan untuk memaksa masyarakat.



Ini adalah beberapa dari sekian banyak keteledoran yang terus dipelihara oleh pemerintahan Jokowi dalam menangani wabah virus Corona. Indonesia sungguh darurat pemimpin.



(pdlabs)



Tags

Leave a Comment



berita dunia islam terbaru