Jumat, 13 Maret 2026

diplomasi


Imarah Islam Dukung Perdamaian pada Konferensi Intra-Afghanistan di Doha

Konferensi ini menjadi forum yang sangat diharapkan oleh berbagai pihak bagi terciptanya perdamaian di Afghanistan yang bebas dari pendudukan asing.

putra dirgantara 2019-07-08
imarah islam

Emblem Imarah Islam Afghanistan.

GARDA NASIONAL, JAKARTA - Sebuah pembicaraan mencari jalan damai bagi Afghanistan, Konferensi Intra-Afghanistan, akan diadakan di Doha, Qatar pada 7 dan 8 Juli. Imarah Islam mendukung pertemuan berbagai pihak yang menginginkan perdamaian pada konferensi yang diselenggarakan bersama oleh Qatar dan Jerman ini. 



Konferensi ini direncanakan akan dihadiri oleh sekitar 60 warga Afghanistan dalam kapasitas pribadi mereka untuk membahas dan bertukar pandangan tentang jalan membangun perdamaian di Afghanistan. Dialog Intra-Afghanistan ini juga dihadiri sejumlah politisi, aktivis masyarakat sipil dan jurnalis yang mendukung perdamaian dengan Taliban.



Delegasi Imarah Islam beranggotakan 17 orang yang dipimpin oleh Sher Muhammad Abbas Stanekzai juga akan mengambil bagian dalam konferensi tersebut untuk menjelaskan sikap dan kebijakan Imarah Islam.



Konferensi Intra-Afghanistan merupakan sebuah forum dialog yang bertujuan untuk mencari usaha-usaha perdamaian dan mengakhiri penjajahan AS di Afghanistan. Konferensi ini menjadi forum yang sangat diharapkan oleh berbagai pihak bagi terciptanya perdamaian di Afghanistan yang bebas dari pendudukan asing.



Sementara itu, berbagai perwakilan masyarakat sipil di Afghanistan berusaha mendesak adanya gencatan senjata, pengusiran pasukan pendudukan dan rekonsiliasi nasional bangsa Afghanistan untuk membangun perdamaian yang abadi. Hal ini sangat didukung oleh Imarah Islam yang mensyaratkan penarikan keluar semua pasukan pendudukan asing dari Afghanistan guna pembicaraan damai lebih lanjut dengan masyarakat Afghanistan.



Penarikan keluar pasukan pendudukan asing yang diajukan oleh Imarah Islam adalah syarat yang wajar karena penjajahan suatu bangsa terhadap bangsa lain adalah hal yang ilegal dan semua negara harus mendukung kemerdekaan bangsa Afghanistan terlebih dahulu. Oleh karena itu, Imarah Islam menolak pembicaraan dengan pemerintahan boneka karena itu adalah pemerintahan ilegal dan tidak diakui oleh bangsa manapun.



Bagaimanapun, semua pihak harus bekerja keras dalam konferensi mencari jalan damai di Afghanistan. Delegasi perdamaian harus memberi tahu warga tentang perundingan di Doha dan membangun kepercayaan untuk penyelesaian damai konflik Afghanistan.



Mengutip dari Anadolu Agency, seorang anggota komite bersama jurnalis dan masyarakat sipil, Danish Karokhail, mengatakan bahwa delegasi perdamaian tidak boleh meneruskan agenda partai mereka, tetapi berjuang untuk tujuan nasional perdamaian dan harmoni di negara ini.



Konferensi akan diselenggarakan selama dua hari yang dimulai pada hari Ahad. Sementara itu, menurut Alemarah, proses negosiasi dengan Amerika Serikat akan dihentikan selama penyelenggaraan konferensi ini dan akan dilanjutkan kembali pada 9 Juli.



(pdlabs)



Leave a Comment




berita dunia islam terbaru