Kamis, 2 April 2026

Nasional


Jokowi dan Wakil PM Malaysia Sepakat Berantas Terorisme

Presiden Jokowi dan Wakil PM Malaysia, Wan Azizah Wan Ismail sepakat tingkatkan kerja sama berantas terorisme.

Irfan Mualim 2018-10-09
berita terbaru terorisme

Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan kehormatan Deputi Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Wan Azizah Wan Ismail di Istana Bogor.

Garda Nasional, Bogor - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia, Wan Azizah Wan Ismail di Istana Bogor. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas terkait pendidikan untuk anak-anak TKI hingga terorisme.



Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi menjelaskan, kunjungan perdana Wan Azizah ke Indonesia setelah dilantik, merupakan langkah untuk membuka komunikasi dengan pemerintah Indonesia. Tujuannya untuk memudahkan penyelesaian masalah bila terjadi ke depannya.



"Nah, di dalam perbincangan tadi sepakat mengintensifkan komunikasi di antara para pemimpin kedua negara," katanya di Bogor, Selasa (9/10/2018).



Menurutnya, salah satu hal penting yang dibahas dalam pertemuan Jokowi dengan Wan Azizah adalah soal pendidikan untuk anak-anak TKI di perbatasan. Bahkan Pemerintah Indonesia meminta dibangun community learning center (CLC) di sejumlah wilayah perbatasan karena jumlah anak-anak TKI yang cukup banyak.



"Kita juga bicara mengenai masalah pendidikan untuk anak-anak TKI kita yang ada di Malaysia. Untuk Sabah dan Sarawak, kita sudah memiliki community learning center (CLC), tetapi untuk semenanjung belum ada," jelasnya.



Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta perhatian otoritas Malaysia untuk meningkatkan kerja sama di dalam menjaga keamanan dalam perairan laut di wilayah masing-masing. Sementara terkait penanganan terorisme, baik Indonesia maupun Malaysia juga sepakat meningkatkan kerja sama melalui tukar informasi antar-intelijen. 



"Kedua negara juga telah menandatangani perjanjian kerja sama dalam menumpas terorisme," ujarnya.



Retno melanjutkan, Deputi PM Malaysia juga menyampaikan beberapa hal. Pertama, pentingnya ditingkatkan kerja sama penanggulangan terorisme dengan cara tukar informasi intelijen dalam konteks counter terorism.



"Ini kan juga ada kerja sama subregional untuk countering terorisme. Jadi sebenarnya sudah ada, tetapi kita akan tingkatkan untuk pertukaran informasi intelijen," terangnya.



Selanjutnya, Deputi PM juga menyampaikan masalah sawit dalam artian bahwa kedua negara mau tidak mau harus terus bekerja sama dalam rangka promosi sustainable sawit.



"Presiden mengatakan iya dan kerja sama yang baik," tegasnya.



Leave a Comment




berita dunia islam terbaru