Nasional
Pasca Tembak Mati Dua Terduga Teroris, Polda Sumut Butuh Peran BNPT
Polda Sumatera Utara (Sumut) membutuhkan peran BNPT dalam mendekati dua keluarga terduga teroris yang tewas di Tanjung Balai beberapa waktu lalu.
Garda Nasional, Jakarta - Pasca dua terduga teroris tewas di Tanjung Balai, membuat Polda Sumatera Utara (Sumut) terus bergerak. Bahkan untuk mencegah kemungkinan penyebaran paham radikal Keluarga kedua terduga teroris didekati, bahkan pemetaan jaringan juga dilakukan.
Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto menjelaskan, pasca kejadian penangkapan itu tentu perlu untuk mencegah ekses atau kejadian melampaui batas. Untuk itu, perlu melakukan pendekatan terhadap keluarga dan lingkungan kedua terduga teroris.
"Apakah perlu deradikalisasi atau kontra radikalisasi,” katanya di Jakarta, Rabu (24/10/2018).
Akan tetapi upaya tersebut tidak bisa dilakukan oleh Polda Sumut sendiri. Melainkan butuh peran masyarakat dan Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT). Sehingga stabilitas keamanan tetap terjaga.
Mengenai pergerakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Tanjung Balai, Agus mengaku masih dilakukan pemantauan dan pengembangan.
"Timnya dari Satgas Anti Teror dan Densus 88 Anti Teror,” imbuhnya.
Sementara Pengamat Terorisme, Al Chaidar mengatakan, keluarga dan lingkungan terduga teroris itu penting dalam menguak pergerakan rekrutmen JAD. Perlu dilihat apakah ada pengajian-pengajian tertentu diikuti kedua terduga teroris.
"Yang paling penting itu menemukan aktor utama penyebaran paham radikal," tegasnya.
Biasanya, penyebar ajaran radikal itu dalam kelompok teroris merupakan ustad-ustad atau yang dianggap memahami agama sesuai sudut pandang mereka. Menurutnya, bila orang yang memiliki kemampuan menyebarkan paham radikal itu tertangkap. Maka, akan lebih cepat menghentikan pergerakan dari kelompok teror tersebut. Sehingga rekrutmen tidak bisa dilakukan lagi.
polda sumut

