opini
Mujahidin Imarah Islam adalah Pejuang Kemerdekaan Afghanistan
Mujahidin Imarah Islam bukanlah teroris tetapi mujahidin yang jujur dan pahlawan perjuangan untuk kebebasan.
GARDA NASIONAL, JAKARTA — Salah satu pencapaian terbesar abad baru dan beberapa dekade terakhir adalah media. Penciptaan dan peluncuran fenomena yang efektif ini memberi harapan kepada umat manusia bahwa mungkin itu akan digunakan sebagai panduan yang sehat bagi umat manusia dan akan dengan jelas membedakan antara kebenaran dan kepalsuan, benar dan salah dan antara yang tidak bersalah dan yang patut disalahkan.
Sayangnya, alat yang efektif ini disebut media jatuh ke tangan pasukan penindas sejak awal. Alih-alih menggunakan media untuk mengajar dan pengasuhan yang sehat dari warga biasa, mereka menggunakannya untuk menyesatkan mereka dan membuat mereka sibuk. Mereka memulai upaya menyimpangkan kebenaran untuk membingungkan massa dan kemudian menyalahgunakan kebingungan ini untuk kepentingan mereka sendiri.
Sebagai contoh, negara kita telah diserang oleh pasukan Amerika dan negara kita yang beriman menentang mereka dengan jihad bersenjata. Media menyebut pendudukan Amerika ini pada tahun-tahun awal sebagai 'Enduring Freedom' dan menyebut penjajah asing sebagai mereka yang berjuang untuk kebebasan Afghanistan. Di sisi lain mujahidin Afghanistan yang berjuang untuk kebebasan tanah air mereka sendiri dicap sebagai teroris dan istilah ini dilemparkan secara longgar di media.
Namun jika kita melihat kenyataan maka argumen ini dibalik karena kebiasaan internasional menentukan bahwa seorang teroris adalah siapa saja yang berusaha menyebarkan goncangan dan teror ke masyarakat umum untuk kepentingan politik sendiri. Pada saat ini para penjajah dan tentara bayaran domestik mereka telah meluncurkan kampanye penyebaran teror ke orang-orang biasa dalam upaya untuk mengendalikan gelombang pemberontakan jihad.
Mereka melakukan razia setiap malam dengan tujuan menyebarkan teror. Orang-orang termasuk banyak anggota keluarga, anak-anak dan perempuan dibunuh dengan kejam dengan satu-satunya tujuan meneror mujahidin dengan taktik teror. Singkatnya, serangan tidak manusiawi dan buta terhadap warga sipil adalah perwujudan terorisme yang sebenarnya.
Di sisi lain, mujahidin adalah juara kebebasan karena tanah air mereka telah diserang oleh agresor asing. Persis ketika gerakan mencari kebebasan muncul di seluruh dunia melawan penjajah pada abad ke-18, ke-19 dan ke-20 dan memulai perjuangan mereka yang mengakibatkan mereka mengambil kembali kedaulatan tanah mereka. Saat ini para pejuang kemerdekaan yang sama yang dicap sebagai penjahat dan teroris oleh penjajah dielu-elukan oleh rakyat mereka sendiri sebagai pahlawan nasional.
Imarah Islam Afghanistan percaya bahwa sama seperti perjuangan kita adalah kewajiban agama individu, itu juga merupakan salah satu perjuangan paling suci menurut kebiasaan internasional. Mujahidin Imarah Islam bukanlah teroris tetapi mujahidin yang jujur dan pahlawan perjuangan untuk kebebasan.
Realitas ini mungkin ditutupi oleh debu propaganda musuh tetapi sejarah akan mengklarifikasi fakta ini dan generasi masa depan akan merayakan mujahidin Imarah Islam seperti halnya mereka merayakan pahlawan jihad melawan Kerajaan Inggris yang melindungi tanah air mereka dari penjajahan berdarah.
(alemarah)
mujahidin imarah islam pejuang kemerdekaan kemerdekaan afghanistan

