diplomasi
Palestina Kecam Langkah Moldova Soal Yerusalem
Moldova adalah negara Eropa pertama yang memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem yang diduduki Israel.
GARDA NASIONAL, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Palestina pada hari Rabu mengecam keputusan Perdana Menteri Moldova Pavel Filip, untuk memindahkan kedutaan negaranya dari Tel Aviv ke Yerusalem.
"Keputusan itu merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional, legitimasi internasional dan resolusi PBB," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Moldova yang terkurung daratan, berbatasan dengan Rumania dan Ukraina menjadi negara Eropa pertama yang memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.
Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan PM Moldova memperdagangkan posisi negaranya untuk AS dan Israel. Pernyataan itu merujuk pada krisis konstitusi dan perebutan kekuasaan di negara kecil Eropa yang berakhir pekan lalu dengan penangguhan pengadilan konstitusional terhadap presiden terpilih negara itu, Igor Dodon.
Pernyataan itu menambahkan bahwa Filip sedang "mengambil keuntungan dari ketidakpastian politik di negaranya untuk mendapatkan dukungan dari AS dan Israel."
Moldova adalah negara termiskin di Eropa, yang tanpa pemerintah sejak pemilihan umum diadakan pada bulan Februari. Pekan lalu blok pro-UE dan pro-Moskow berhasil membentuk pemerintah koalisi, dalam langkah nyata untuk menjatuhkan oligarki, yang dipimpin oleh mantan Partai Demokrat yang berkuasa.
Israel telah berusaha meyakinkan negara-negara untuk mentransfer misi mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem. Sejauh ini, AS dan Guatemala telah memindahkan kedutaan mereka.
Yerusalem tetap menjadi jantung dari konflik Timur Tengah yang abadi, dengan warga Palestina yang berharap Yerusalem Timur - yang diduduki oleh Israel sejak 1967 - pada akhirnya akan berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina yang merdeka.
Sumber: Anadolu Agency
palestina moldova yerusalem

