Ahad, 12 Juli 2020

dunia islam


Imarah Islam Kutuk Rencana Penjajah AS terhadap Palestina

Dilansir dari alemarahenglish.com, Imarah Islam menuduh proposal tersebut sebagai rencana opresif dan menganggapnya sebagai pelanggaran yang tegas terhadap hak-hak rakyat Palestina.

putra dirgantara 2020-02-01
berita palestina terkini

Ilustrasi wilayah Baitul Maqdis di Palestina. (Foto: piqsels.com)

GARDA NASIONAL, JAKARTA — Imarah Islam telah mengutuk proposal perdamaian baru rancangan penjajah AS dan Israel yang disebut sebagai ‘Kesepakatan Abad Ini’ melalui pernyataan resmi di situs Voice of Jihad Islamic Emirate of Afghanistan.



Dilansir dari alemarahenglish.com, Imarah Islam menuduh proposal tersebut sebagai rencana opresif dan menganggapnya sebagai pelanggaran yang tegas terhadap hak-hak rakyat Palestina.





Imarah Islam menilai Baitul Maqdis adalah kiblat pertama umat muslim dan Palestina merupakan tanah air yang sah bagi rakyatnya. Oleh karena itu, rencana tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan apapun.



Proposal perdamaian tersebut akan memasukkan Baitul Maqdis di timur, lembah Yordania dan tanah-tanah luas Palestina yang dirampas termasuk pemukiman ilegal Israel akan menjadi bagian dari Israel.





Proposal tersebut telah membuat situasi di wilayah Palestina semakin memanas karena tidak mengakomodasi suara rakyat Palestina dan memberi izin pendudukan Israel di Tepi Barat.



Akibat rencana tersebut, rakyat Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza kompak berdemonstrasi menentang draf kesepakatan tersebut dan menyebutnya sebagai sebuah konspirasi dan proposal bodoh.





Pernyataan tersebut dilanjutkan dengan dukungan Imarah Islam terhadap rakyat Palestina yang tertindas dan mendesak semua negara dan konferensi Islam untuk memenuhi tanggung-jawab mereka dan mengambil langkah serentak untuk menentang perjanjian tersebut.



Selain itu, rencana kejam tersebut tidak menyelesaikan masalah dan hanya akan menuangkan bahan bakar ke api perang di Timur Tengah.



(pdlabs)



Tags

Leave a Comment



berita dunia islam terbaru