Selasa, 21 April 2026

dunia islam


Palestina: Uang Tidak Akan Membuat Kami Menyerah

"Ini bukan rencana perdamaian melainkan syarat untuk menyerah," katanya. "Dan tidak ada jumlah uang yang dapat membuatnya dapat diterima." kata duta besar Palestina untuk PBB.

Michael Hernandez 2019-05-10
berita palestina terbaru

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki.

GARDA NASIONAL, JAKARTA - AS sedang menyusun dokumen penyerahan diri, bukan rencana perdamaian, dan Palestina tidak akan menerimanya terlepas dari berapa banyak uang yang ditawarkan, Menteri Luar Negeri Palestina mengatakan pada Kamis.



Riyad al-Maliki sedang berpidato di pertemuan di markas besar PBB New York di mana negosiator perdamaian Timur Tengah AS, Jason Greenblatt, hadir menjelang peluncuran rencana AS untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina.



"Ini bukan rencana perdamaian melainkan syarat untuk menyerah," katanya. "Dan tidak ada jumlah uang yang dapat membuatnya dapat diterima."



"Beberapa orang bertanya kepada kami, 'Bagaimana jika mereka mengejutkan Anda?' Kami memberi tahu mereka bahwa kami akan lebih berharap agar mereka tidak tuli terhadap permohonan kami, buta dan bisu terhadap pelanggaran Israel, setidaknya, berlandaskan dasar-dasar perdamaian, ketika tidak secara aktif merongrong mereka," tambahnya.



Para pejabat Palestina telah mengesampingkan peran AS dalam pembicaraan damai setelah pemerintahan Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang mengesampingkan pemahaman lama yang mendukung negosiasi untuk mengakhiri konflik dan membangun negara Palestina berdampingan dengan Israel.



"Ketika AS, sebelum mengumumkan rencananya, mengakui Yerusalem sebagai apa yang disebut 'ibu kota Israel' dan mengklaim mereka berhak untuk mengambil keputusan berdaulat yang secara terang-terangan melanggar hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB dan berpura-pura tidak memiliki implikasi pada perdamaian, tidak mungkin untuk memiliki keyakinan dalam upaya seperti itu, "kata Maliki.



Jared Kushner, menantu dan penasihat khusus Presiden AS Donald Trump, mengatakan rencana perdamaian yang dipimpinnya akan dirilis sekitar bulan Juni setelah berakhirnya bulan suci Ramadhan.



Maliki mengatakan ada lebih dari 600.000 pemukim Israel yang saat ini tinggal di Tepi Barat yang diduduki, bersikeras Israel berniat mencaplok wilayah tempat mereka tinggal, tetapi mempertahankan Otoritas Palestina berkomitmen untuk menengahi solusi dua negara melalui dialog.



"Terlepas dari ketidakadilan yang sedang berlangsung ini, kami tetap berkomitmen untuk perdamaian dan aturan hukum internasional. Mengapa? Karena itu adalah satu-satunya jalan ke depan."



Sumber: Anadolu Agency



Leave a Comment




berita dunia islam terbaru