Nasional
Tekan Radikalisme di Ternate, Ini yang Dilakukan Polisi
Untuk menekan radikalisme di Ternate, Maluku Utara, Kepolisian setempat mengandeng NU dan KNPI.
Garda Nasional, Ternate - Berbagai pihak terus berupaya menekan paham radikal menyebar di seluruh Tanah Air. Salah satu daerah yang menjadi perhatian terkait radikalisme yakni di Ternate, Maluku Utara. Karena itu, pihak Kepolisian menggandeng tokoh agama dan pemuda untuk bersama memantau perkembangan radikalisme, yang biasa berkembang di kalangan anak muda.
Wakapolres Ternate, Kompol Jufri Dukomalamo menjelaskan, pihaknya telah memetakan penyebaran paham tersebut. Bahkan diketahui, masih dalam tahap pikiran, sehingga sifatnya masih preventif dan belum menjadi sebuah sel organisasi.
“Memang kami telah petakan. Namun, sejauh ini memang masih dalam tahap pikiran. Masih preventif sifatnya, belum hidup sebagai sebuah sel organisasi,” ujarnya di Maluku Utara, Selasa (23/10/2018).
Senada dengan itu, Ketua Rais Aam Nahdlatul Ulama Maluku Utara, Adam Ma'rus mengatakan, kebanyakan paham radikal hidup dan berkembang di beberapa kampus di Ternate.
“Jadi bisa dari buku, bisa dari social media yang diterima oleh anak muda dan mahasiswa. Mereka kan berpikiran bebas. Nah, cara mereka menangkap itu yang harus kita perhatikan,” jelasnya. Untuk menangkal paham radikalisme di kampus-kampus, Ma'rus dan pihaknya tak sendirian. Mereka dibantu oleh Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Sahroni Hito dan jajarannya, dengan berperan sebagai penyedia wadah bagi para pemuda untuk menyalurkan kreativitasnya.
“Jadi kami galang pemuda dengan menyediakan wadah bagi komunitas-komunitas. Kurang lebih ada 30 komunitas yang kerap kami ajak mengadakan kegiatan bersama,” katanya.
Sahroni mengungkapkan, beragam komunitas pemuda Ternate terbentuk, mulai dari musik bergenre rap hingga pecinta bambu. Pembentukan komunitas-sebagai wadah pemuda dinilai efektif untuk menekan radikalisme.
“Akhirnya memang belum ditemukan paham radikalisme di pulau Ternate,” imbuhnya.
radikalisme

